POJOKSATU.id, MEDAN-- Total siswa korban keracunan MBG asal Berastagi Karo yang mendapatkan perawatan lanjutan di kota Medan mencapai 4 orang, dimana 3 orang di RSU Haji Medan dan 1 orang dirujuk ke RS Bina Kasih.

Wakil Kepala Sekolah Yayasan Bersama Berastagi, Nova, membenarkan adanya rujukan siswanya ke Medan, Selasa (18/8).

Ia mengatakan kondisi kedua siswi membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.

“Hari ini dua orang anak didik kita dirujuk ke RS Haji Medan. Kondisi kesehatan mereka memburuk dan terus mengalami sesak,” ujar Nova, Selasa sore.

Baca Juga: Kondisi Terbaru Siswa Keracunan MBG di Karo yang Dirujuk ke RS Haji Medan, Ketiga Korban Perempuan

Rujukan tersebut menambah daftar korban yang harus mendapatkan perawatan lanjutan di Medan. Hingga Selasa, tercatat sedikitnya empat korban MBG telah dirujuk ke rumah sakit di Medan.

Sementara itu, empat siswi lainnya masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi. Pelajar yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang.

“Ada empat orang lagi yang masih dirawat di RS Amanda,” kata Nova.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, juga mengakui masih adanya sejumlah siswa yang menjalani perawatan.

Baca Juga: Usai Hadiri Sidang Tahunan MPR, Susanah Buruh Pengupas Bawang Asal Bogor Belum Kembali

Saat melakukan kunjungan ke RS Efarina, ia menyebut terdapat tujuh siswa yang masih dirawat, sementara pihaknya masih menunggu pemutakhiran data dari sekolah.

“Saya baru selesai kunjungan ke RS Efarina. Tadi kita kunjungi ada tujuh siswa lagi yang dirawat di sana. Mengenai jumlah siswa yang masih dirawat, kami masih menunggu data dari sekolah,” ujarnya.

Zulkarnain juga membenarkan informasi mengenai dua korban yang dirujuk ke Medan.

“Info sementara ada dua orang yang dirujuk ke RS Haji Medan,” katanya.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut sebelumnya terjadi pada Kamis (13/8/2026) setelah sejumlah siswa mengonsumsi MBG.

Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Berastagi dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.***