POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai mempersiapkan pembangunan Jalan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat yang akan menghubungkan kawasan Bogor hingga Karawang secara langsung.

Proyek strategis ini telah memasuki tahap lelang dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp34,75 triliun.

Berdasarkan dokumen Simpul Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), tol tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 60,36 kilometer dan menghubungkan Sentul Junction dengan Karawang Junction.

Baca Juga: BGN Beri Tenggat 2 Minggu untuk SPPG, Targetkan Perluasan Penerima MBG Ibu Hamil hingga Balita

“Jalan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat akan menjadi jalur penghubung baru yang memperkuat konektivitas kawasan Bogor, Bekasi, hingga Karawang,” tertulis dalam dokumen proyek yang dikutip Minggu (10/5/2026).

Terhubung dengan Tiga Ruas Tol Utama
Tol ini juga akan terintegrasi dengan sejumlah ruas jalan tol eksisting melalui tiga simpang susun utama (junction).

Ketiga junction tersebut menghubungkan Tol Bogor Ring Road, Jalan Tol Jakarta–Cikampek Selatan, serta Jalan Tol Jakarta–Cikampek eksisting.

Baca Juga: Kemenag Peringatkan Modus Penipuan Daftar Nikah, Catut Nama KUA hingga Minta Bayar via QRIS

“Di Jalan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat terdapat tiga persimpangan yang menghubungkan Tol Bogor Ring Road, Jalan Tol Jakarta–Cikampek Selatan, dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek eksisting,” tulis dokumen tersebut.

Skema KPBU dan Masa Konsesi 40 Tahun
Pembangunan tol ini akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan model kontrak Design Build Finance Operation Maintenance Transfer (DBFOMT).

Melalui skema tersebut, badan usaha akan bertanggung jawab mulai dari perancangan, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga penyerahan aset kepada pemerintah di akhir masa konsesi.

Baca Juga: Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Bakal Direnovasi, Gus Ipul Sebut Target hingga 10 Ribu Unit

Masa konsesi proyek ditetapkan selama 40 tahun dengan pengembalian investasi melalui tarif tol atau user charge.

Kementerian Pekerjaan Umum bertindak sebagai penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK), dengan dukungan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Secara teknis, tol ini akan dibangun dengan konfigurasi 4x2 lajur untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan penyangga Jakarta.

Baca Juga: Rujak Cingur Ala Mesir Bikin Heboh, Mahasiswa UNAIR Raih Penyaji Terbaik Festival Rujak Uleg 2026

Keberadaan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik antarwilayah.

Proyek ini juga digadang-gadang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Barat bagian utara dan selatan serta memperkuat konektivitas antarwilayah industri dan permukiman. ***