POJOKSATU.ID - Peristiwa amblasnya Jalan Tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi kembali menambah panjang.
Daftar kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara.
Pada Jumat 28 November 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, badan jalan di KM 41+600 arah Medan.
Mengalami amblesan cukup signifikan setelah wilayah Deli Serdang diguyur hujan deras tanpa henti sejak Kamis malam.
Baca Juga: Sekolah Bisa Ajukan Revitalisasi Secara Online Mulai 2026, Begini Mekanismenya
PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memastikan lajur.
Yang terdampak langsung ditutup demi keselamatan pengguna jalan.
Pengalihan arus besar-besaran pun diberlakukan untuk mencegah kecelakaan dan menjaga agar ruas tetap dapat berfungsi meski terbatas.
Dalam keterangan resminya, PT JKT menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Tebing Tinggi.
Baca Juga: Update Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 32 Orang Meninggal Dunia, Kayu Gelondongan Berserakan
Menuju Medan dialihkan ke Gerbang Tol Kemiri dan Gerbang Tol Kualanamu.
Sementara kendaraan dari arah Kualanamu menuju Medan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Lubuk Pakam.
Arah sebaliknya masih dapat dilewati, namun hanya dengan pembatasan ketat.
Kendaraan dari Medan menuju Tebing Tinggi atau Kualanamu hanya diizinkan melintas di lajur 1 KM 41, khusus untuk Golongan 1 Non Bus.
Sementara Bus dan kendaraan Golongan 2 ke atas dialihkan menuju Gerbang Tol Tanjung Morawa (Ruas Tol Belmera).
Pelarangan ini dilakukan untuk menghindari beban berlebih pada struktur jembatan yang berada sangat dekat dengan titik amblasnya jalan.
Lajur 2 yang berpotensi terdampak langsung oleh pergeseran struktur dikhawatirkan tidak mampu menahan beban kendaraan besar.
Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol, Thomas Dwiatmanto, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim teknis untuk menangani kondisi lapangan.
Selain perbaikan darurat, investigasi menyeluruh juga dilakukan untuk memastikan.
Apakah amblesan itu hanya terjadi pada badan jalan atau sudah merembet pada struktur jembatan di dekatnya.
“Investigasi lebih lanjut terhadap kondisi struktur jembatan sedang dilakukan untuk menentukan metode penanganan lanjutan,” ujar Thomas, dikutip detik, 28 November 2025.
Menurutnya, intensitas hujan yang sangat tinggi membuat tanah di bawah badan jalan mengalami penurunan dan merosot cukup dalam.
Baca Juga: Lulus PPG Bisa Langsung Jadi PPPK? Benarkah Peserta Tak Perlu Mengajar atau Masuk Dapodik?
Di area sekitar jembatan, kondisi tanah yang jenuh air dapat memicu pergeseran fondasi, sehingga potensi kerusakan lebih parah masih harus diwaspadai.
Thomas juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia memastikan Jasa Marga bekerja cepat karena ruas tersebut merupakan jalur vital.
Yang menghubungkan pusat aktivitas ekonomi di kawasan Medan Raya, Bandara Kualanamu, hingga kawasan industri dan pergudangan.
BMKG sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan ekstrem akibat pengaruh dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Utara.
Curah hujan tinggi yang turun selama berjam-jam memicu tanah jenuh air, menyebabkan badan jalan kehilangan daya dukung sehingga amblas.
Sejumlah wilayah di sekitar Deli Serdang, Binjai, hingga Medan juga mengalami banjir dan genangan yang memperparah kondisi tanah.
Jasa Marga belum memastikan kapan lajur yang terdampak dapat kembali dilewati.
Proses perbaikan dilaporkan berlangsung dalam beberapa tahap.
Seperti penguatan fondasi badan jalan, perbaikan struktur jembatan, dan uji kelayakan sebelum dibuka kembali.
Meski demikian, masyarakat diminta bersiap menghadapi potensi kemacetan cukup panjang di jalur arteri Medan Lubuk Pakam Tebing Tinggi sebagai dampak pengalihan.***
Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan darurat masih berlangsung di lokasi dan area tersebut telah dipasang pembatas serta rambu-rambu peringatan.




