POJOKSATU.id – Sebuah toko elektronik di Kabupaten Bireuen, Aceh, menjadi sorotan setelah video teguran kepada pemilik toko yang masih beroperasi saat waktu salat tarawih viral di media sosial.

Rekaman itu menunjukkan seorang pria berjalan sambil merekam menggunakan ponsel, lalu menghampiri toko yang menjual perlengkapan elektronik dan lampu.

Dalam video tersebut, pria itu menegur pemilik toko dengan bahasa Aceh.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ini Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Gelombang 1 dan 2 Diprediksi Padat

Ia mempertanyakan alasan toko tetap buka ketika sebagian besar masyarakat sedang melaksanakan salat tarawih.

Ia juga meminta agar toko ditutup sementara hingga ibadah selesai.

Pemilik toko yang berada di dalam tampak menerima teguran itu dengan tenang.

Baca Juga: Tegas! Kemnaker Larang THR Dicicil, Wajib Cair Penuh H-7 Lebaran 2026

Ia langsung menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesediaannya menutup toko selama tarawih berlangsung.

Padahal saat itu terlihat masih ada seorang pelanggan yang sedang berbelanja.

Meski begitu, pemilik toko tetap memilih mengikuti permintaan sang perekam video.

Baca Juga: Tegas! Kemnaker Larang THR Dicicil, Wajib Cair Penuh H-7 Lebaran 2026

Ia keluar kembali dan kembali menyampaikan permintaan maaf, sekaligus berjanji tidak akan mengulangi membuka toko pada waktu ibadah tarawih.

Dalam rekaman yang sama, perekam video meminta Satpol PP maupun pihak kepolisian melakukan patroli malam selama Ramadan.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada toko yang tetap buka pada jam ibadah.

Video tersebut langsung menyebar luas dan mengundang beragam komentar.

Sebagian netizen menilai teguran itu wajar jika daerah setempat memiliki aturan tentang jam operasional saat Ramadan.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ini Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Gelombang 1 dan 2 Diprediksi Padat

Namun tak sedikit pula yang mempertanyakan letak kesalahan pemilik toko, mengingat barang yang dijual bukan termasuk kebutuhan yang mengganggu ibadah.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat terkait insiden tersebut.***