POJOKSATU.id- Perburuan internasional terhadap buronan kakap migas Riza Chalid memasuki babak baru.
Interpol resmi menerbitkan red notice yang menandai dimulainya operasi pengejaran skala global terhadap tokoh yang terseret kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina tersebut.
Kepastian terbitnya red notice disampaikan langsung oleh Sekretariat NCB Interpol Indonesia.
“Kami dari Sekretariat NCB Interpol Indonesia menyampaikan bahwa Interpol red notice atas nama Muhammad Riza Chalid atau MRC telah terbit pada hari Jumat, 23 Januari 2026, atau sekitar satu minggu yang lalu,”
Baca Juga: Banyak Gagal KIP Kuliah Gara-Gara Ini, Penghasilan Orang Tua Wajib Ditulis Rinci
Kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Untung Widyatmoko dalam konferensi pers, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com 1/2/2026.
Dengan terbitnya red notice, seluruh negara anggota Interpol berkewajiban memberikan bantuan penegakan hukum.
Termasuk pemantauan, pendeteksian, hingga penahanan apabila yang bersangkutan ditemukan.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Didominasi STEM hingga 80 Persen, Sosial Humaniora Tinggal 20 Persen
Status ini menempatkan Riza sebagai buronan internasional yang pergerakannya kini semakin terbatas.
Untung juga memastikan bahwa keberadaan Riza Chalid telah terdeteksi.
“Keberadaan subjek, Saudara MRC, kami pastikan bukan berada di Lyon, Prancis, tetapi ada di salah satu negara member country dari Interpol itu sendiri,” kata Untung, dikutip pojoksatu.id dari viva.co.id 1/2/2026.
Meski negara dimaksud belum diungkap demi kepentingan operasi.
Baca Juga: Banyak Gagal KIP Kuliah Gara-Gara Ini, Penghasilan Orang Tua Wajib Ditulis Rinci
Sumber internal memastikan koordinasi intensif antara Polri, Kejaksaan Agung, dan otoritas negara terkait tengah berjalan.
Proses hukum disebut memasuki fase paling krusial sejak Riza dinyatakan buron.
Kasus korupsi yang menjeratnya melibatkan dugaan penyimpangan tata kelola minyak dan produk kilang yang menimbulkan potensi kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.
Besarnya nilai kerugian membuat kasus ini menjadi salah satu yang paling disorot dalam sejarah pengelolaan sektor energi nasional.
Baca Juga: LPDP 2026 Berubah! Kuota Prioritas Kini Fokus Sains dan Program STEM
Dengan red notice telah diterbitkan dan lokasi buronan terdeteksi, peluang penangkapan Riza Chalid disebut semakin terbuka lebar.
Pemerintah kini tinggal menunggu proses pemantauan lanjutan sebelum melakukan langkah penindakan bekerja sama dengan negara tempat ia berada.***




