POJOKSATU.ID - Upaya percepatan distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dilakukan melalui jalur udara.

Pada Selasa (2/12/2025), TNI Angkatan Udara menyalurkan 20 bundle logistik darurat ke wilayah yang terisolasi akibat bencana tersebut.

Pengiriman dilakukan dengan metode airdrop untuk menjangkau kawasan yang sulit ditembus melalui jalur darat.

Baca Juga: Rindu yang Tak Usai, Publik Kembali Cari Sosok Doni Monardo Saat Bencana Datang yang Selalu Cepat Tanggap!

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, menjelaskan bahwa bantuan itu diangkut menggunakan pesawat C-130J Super Hercules bernomor registrasi A-1340.

Pesawat angkut andalan TNI AU tersebut diberangkatkan untuk memastikan pasokan logistik bisa segera tiba di area yang masih terisolasi.

Menurut Suadnyana, pendistribusian dilakukan memakai sistem Low Cost Low Altitude (LCLA), teknik yang dirancang untuk menjatuhkan paket bantuan dari ketinggian rendah dengan stabil dan aman.

Baca Juga: Berikut Daftar 4 Universitas yang Resmi Buka Program S3 PJJ!

Metode ini menjadi pilihan utama karena kondisi medan yang tidak memungkinkan mendarat atau menjangkau lokasi lewat kendaraan darat.

“Setiap bundle memuat kebutuhan darurat seperti bahan makanan siap konsumsi, perlengkapan tanggap bencana, hingga keperluan mendesak lain yang sangat dibutuhkan warga,” ujarnya. dikutip pojoksatu.id dari kompas.com

Sementara itu, banjir yang melanda Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang menghantam sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: MoU Hilirisasi Sekolah Rakyat, Mensos dan Mendikti Saintek Sepakat Prioritaskan Beasiswa hingga Tes DNA Talent

Tingginya intensitas hujan mengakibatkan sungai meluap, merendam pemukiman, dan memicu longsor di beberapa titik.

Sejumlah desa dilaporkan terputus aksesnya, membuat warga kesulitan memperoleh makanan dan bantuan medis.

Dalam situasi seperti ini, operasi udara menjadi salah satu jalur paling efektif untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu.

Baca Juga: Lamban Tangani Banjir, DPRD Minta Bupati Langkat Copot Kepala BPBD

TNI AU menekankan bahwa operasi dengan pola LCLA memungkinkan logistik dijatuhkan secara presisi di area yang sudah dipetakan sebelumnya.

Tim di darat kemudian mengamankan paket bantuan sebelum disalurkan ke warga yang membutuhkan.

Puluhan relawan, unsur pemerintahan daerah, hingga aparat setempat juga telah disiagakan untuk mempercepat proses penyaluran setelah bantuan berhasil diterjunkan.

Baca Juga: SOAL dan KUNCI Jawaban MODUL 2 Topik 3 Experiential Learning Lengkap CERITA REFLEKTIF, PPG Guru Tertentu 2025, DOWNLOAD File PDF PSE

Pemerintah daerah terus melakukan pendataan kebutuhan mendesak, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus.

Banjir yang meluas di beberapa wilayah Sumatera membuat tekanan logistik meningkat.

Dengan adanya operasi udara dari TNI AU ini, diharapkan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi sembari menunggu akses darat kembali pulih.

Baca Juga: Beasiswa Studi Singkat Australia Awards in Indonesia 2026, Peluang Emas untuk Profesional Tanah Air

TNI AU menegaskan bahwa operasi kemanusiaan akan terus dilakukan selama warga masih membutuhkan bantuan.

Evaluasi kondisi cuaca juga dilakukan setiap saat untuk memastikan misi berikutnya dapat berlangsung aman.***