POJOKSATU.ID- Direktur Utama TMII, Claudia Ingkiriwang mengatakan oktnum Satpam yang membentak ibu-ibu PKL merupakan petugas keamanan dari mitra
outsourcing TMII.

Sekarang oknum satpam berinisial AK telah dipecat alias tidak lagi bertugas di kawasan TMII.

"Petugas keamanan dari mitra outsourcing TMII," kata Claudia Ingkiriwang, Kamis (26/10/2023).

Baca Juga: Bersama Petani Tebu, Masyarakat Ciamis Siap Menangkan Ganjar-Mahfud Jadi Presiden dan Wapres RI

Claudia Ingkiriwang menegaskan, pihaknya sudah menegur kepada perusahaan penyedia jasa keamanan.

Teguran yang dilayangkan kepada mitra outsourcing itu berupa meminta pertanggungjawaban yang dinilai telah merugikan TMII.

"Manajemen TMII telah menyampaikan teguran kepada perusahaan penyedia jasa keamanan dan meminta pertanggungjawaban berupa permohonan maaf atas sikap dan tindakan yang dilakukan oleh salah satu personilnya yang telah merugikan nama baik TMII," ujarnya.

Baca Juga: Kedekatan dengan Sang Ibu Sarwendah Dituding Negatif, Ini Reaksi Betrand Peto

Atas kejadian tersebut, kata Claudia, pihaknya pun akan melakukan evaluasi dan perbaikan layanan demi menjaga keamanan, kesehatan, dan kenyamanan pengunjung selama berwisata.

"Manajemen TMII selalu melakukan evaluasi dan perbaikan layanan demi kenyamanan pengunjung selama berwisata," ujarnya.

Sementara itu, HRD Outsourcing PT Prima Jati Solusindo, Bambang Suciono mengatakan pihaknya tidak mentolerir perbuatan oknum satpam tersebut.

Baca Juga: Regional Jawa Pertamina Catat Rekor Produksi Minyak dan Gas pada 2023

"Kami tetap ambil tindakan tegas, karena kami tidak mentolerir tindakan arogan yang dilakukan oleh yang bersangkutan," kata Bambang.

Kendati oknum Satpam tersebut sudah minta maaf, pihaknya tetap melakukan pemecatan terhadap oknum Satpam tersebut.

"Kita pecat. Walaupun sudah ada permintaan maaf dan ada video yang bersangkutan sudah bermaaf- maafan," tegasnya.

Baca Juga: Bukan Dua, Ternyata Polda Metro Jaya Geledah Tiga Rumah di Villa Galaxy

Sebelumnya, Humas TMII Novera Mayang Sari menyampaikan aksi bentak oknum satpam merupakan bagian dari penertiban PKL tidak resmi. Meski demikian, pihaknya telah menegur AK yang dinilai melakukan penertiban secara kurang pantas.

Perempuan PKL ilegal yang mengalami teguran keras dalam video juga mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi tindakannya.

AK juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada PKL perempuan tua ilegal tersebut.

Kedua pihak telah membuat kesepakatan damai pada 22 Oktober 2023. ***