POJOKSATU.id - Perusahaan, baik asing lokal maupun asing, tidak akan pernah luput dari ancaman serangan siber. Apalagi saat ini berbgai serangan siber telah termanifestasi dalam berbagai jenis ancaman, termasuk risiko scam dan peretasan.

Para penyerang siber bisa dengan mudah mencuri data-data sensitif perusahaan dan bahkan data klien dan pelanggan Anda secara online.

Dan fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa satu serangan siber saja ternyata dapat merusak bisnis dan perusahaan yang Anda kelola, dan karenanya Anda perlu mengikuti sejumlah tips yang akan kami berikan di sini sebagai berikut;

Lakukan pencadangan (back up) data perusahaan Anda

Melakukan pencadangan (back up) data dan situs web bisnis Anda akan membantu Anda memulihkan informasi yang hilang akibat adanya serangan siber atau masalah komputer.

Maka menjadi penting jika Anda melakukan pencadangan (back up) semua data dan informasi Anda secara teratur. Dan untungnya saat ini, melakukan back up biasanya tidak memerlukan biaya yang mahal dan bahkan mudah dilakukan.

Dalam melakukan tips ini, sebaiknya Anda menggunakan beberapa metode back up untuk membantu memastikan keamanan file yang Anda anggap cukup sensitif. Dan pencadangan ini bisa Anda lakukan setiap hari, setiap minggu, bahkan bisa setiap bulan dan setiap tahun, tergantung keperluan Anda.

Lakukan enkripsi untuk informasi penting perusahaan

Tips kedua adalah pastikan bahwa Anda menghidupkan enkripsi jaringan Anda dan meng-enkripsi data saat disimpan atau dikirim secara online. Enkripsi ini mengubah data Anda ke dalam kode rahasia sebelum Anda kirim melalui internet.

Ini tentu bisa mengurangi risiko pencurian, dan ancaman siber lainnya. Anda dapat menyalakan enkripsi jaringan melalui pengaturan router Wifi Anda.

Enkripsi Wifi ini adalah tindakan pengamanan yang memerlukan kata sandi untuk menghubungkan ke jaringan nirkabel dan mencegah akses tidak sah pada perangkat dan data Anda.

Jika Anda beranggapan bahwa metode engkripsi Wifi Anda lemah, maka Anda bisa menggunakan enkripsi keamanan router WPA2, yang saat ini dianggap sebagai enkripsi terbaik untuk jaringan nirkabel (wireless).

Untuk mengubah pengaturan WPA router Anda, buka 192.168.100.1 di browser Anda. Saat ini sejumlah router yang diproduksi, salah satunya adalah router ZTE sudah mendukung WPA2.

Amankan perangkat dan dan jaringan perusahaan

Pastikan sistem operasi dan software keamanan bisa diperbarui secara otomatis. Pembaruan bisa mencakup upgrade pengamanan penting dari virus dan serangan yang lebih baru.

Pastikan juga software ini mencakup anti virus, filter anti spyware dan filter anti spam. Malware atau virus bisa menginfeksi berbagai perangkat elektronik yang digunakan perusahaan Anda.

Selain itu, Anda juga menyiapkan firewall yang akan melindungi jaringan internal bisnis Anda, serta menyalakan filter spam yang akan mengurangi jumlah email spam dan phising yang diterima oleh perusahaan Anda.

Pastikan perusahaan Anda menggunakan otentikasi multi faktor (MFA)

Otentikasi multi faktor adalah proses keamanan verifikasi yang mengharuskan Anda menyediakan dua bukti atau lebih identitas Anda sebelum mengakses akun Anda.

Sebagai contoh, sistem akan memerlukan kata sandi dan sebuah kode yang dikirim ke perangkat mobile sebelum akses diberikan. Metode ini tentu dapa memberikan lapisan tambahan untuk membuatnya sulit bagi penyerang siber mendapatkan akses pada akun perangkat atau online Anda.

Berikan kesadaran kepada para staf perusahaan Anda akan bahaya serangan siber

Staf perusahaan adalah mereka yang berada di garis depan dan terakhir dalam hal pembelaan dan antisipasi atas terjadinya serangan siber. Karena itu penting untuk memastikan staf Anda mengenali segala ancaman yang mungkin mereka hadapi dan peran mereka dalam menjadikan bisnis perusahaan itu aman.

Misalnya saja, Anda bisa memberikan edukasi kepada mereka tentang bagaimana cara membuat dan menjaga kata sandi yang rumit dan cara mengidentifikasi serta menghindari ancaman siber.

Selain itu, Anda juga bisa membagikan pengetahuan Anda kepada staf Anda tentang langkah apa yang mesti dilakukan saat menghadapi serangan siber, dan cara melaporkan ancaman itu. ***