POJOKSATU.id, Samarinda - Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni demi menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Oleh karena itu, menurut Wakil ketua DPRD provinsi Kaltim Muhammad Samsun, pola pendidikan yang dapat menciptakan SDM yang berkualitas secara bertahap harus segera diwujudkan.

"Saat ini, Kita bersaingnya bukan lagi di nasional tetapi dunia internasional. Oleh sebab itu, secara khusus untuk kaltim program pendidikan kita harus mengejar karena menjelang Ibu Kota Negara (IKN) supaya SDM kita bisa bersaing dengan SDM yang di jawa ataupun luar Kalimantan lainnya," kata Samsun, saat dihubungi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, Selasa (2/03/2023) lalu.

Dirinya mengatakan, saat ini para tenaga pendidik dan guru sangat banyak beban administratifnya, Samsun memberikan contoh, seperti program merdeka belajar.

Baca Juga: Peringati Hardiknas 2023, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud: Seorang Pendidik Harus Punya Wawasan dan Semangat seperti Ki Hajar Dewantara

"Sekarang kalau di lihat guru itu banyak beban administratif nya seperti program merdeka belajar, namanya merdeka belajar tetapi ujung ujungnya tidak merdeka karena beban administratifnya," ungkapnya.

Legislator Karangpaci itu, berpendapat bahwa seharusnya waktu guru dan tenaga pendidik ini lebih fokus untuk mendidik siswa-siswi agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sedangkan untuk persyaratan administratif dapat di backup oleh bagian administratifnya.

"Namun karena beban administratifnya lebih banyak sehingga guru lebih banyak mengurus beban administratif dari pada tugas utamanya yaitu mengajar," jelasnya.

"Waktu mereka tersita untuk mengurus administratif. Walaupun ada kewajiban administratif tapi kalau bisa didistribusikan kepada bidang lain kenapa tidak," pungkas Bendahara DPD PDI Pejuangan Kaltim itu.(*/pojoksatu)