POJOKSATU.ID - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Serae, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur.

"Penemuan tersebut dilakukan pada Minggu (4/1/2026) pagi, setelah upaya pencarian intensif selama beberapa hari terakhir," tulis akun Instagram @metrotv, Minggu 4 Januari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.

Jenazah tersebut diduga adalah Martin Carreras, pelatih klub sepak bola ternama asal Spanyol, Valencia CF, yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden nahas tersebut.

Baca Juga: Bukan Gugur di Medan Tempur, Pratu Farkhan Diduga Tewas Dianiaya Sesama TNI Saat Bertugas di Papua

Informasi penemuan ini langsung memicu perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional.

Usai ditemukan, jenazah segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal Puntadewa milik Basarnas.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi perairan dan cuaca di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Bukan Dicabut, Ini Alasan JHT PPPK Paruh Waktu Belum Bisa Cair

Saat ini, jenazah telah dibawa menuju Marina Labuan Bajo untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Proses tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban secara resmi melalui prosedur medis dan forensik yang berlaku.

Pihak Basarnas menyampaikan bahwa proses identifikasi akan melibatkan tim medis, kepolisian, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga: APBD Lampung Selatan Bengkak Rp50 Miliar Efek Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Berapa Gajinya?

Hasil resmi identitas korban akan diumumkan setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilakukan.

Tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi di kawasan perairan Pulau Serae, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Taman Nasional Komodo.

Insiden tersebut menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban dan komunitas internasional yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Baca Juga: BKPSDM Indramayu Temukan ASN Bolos Kerja Pasca Libur Nataru dan Akan Diberikan Berupa Sanksi

Sejak laporan tenggelamnya kapal wisata tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan terus melakukan pencarian secara maksimal.

Operasi pencarian dilakukan melalui penyisiran laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi kejadian.

Penemuan jenazah ini menjadi titik terang dalam proses pencarian korban, meski operasi SAR masih berlanjut untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.

Baca Juga: NRG Belum Terbit di Info GTK 2026? Ini Penyebabnya dan Dampaknya ke Pencairan TPG yang Wajib Guru Pahami

Aparat juga terus mengumpulkan informasi terkait penyebab pasti tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Kawasan Taman Nasional Komodo sendiri merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal wisata yang beroperasi di wilayah perairan terbuka.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal 13 Full Moon 2026, Termasuk Blue Moon dan Gerhana Bulan Total

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Hingga kini, masyarakat dan publik internasional masih menunggu hasil resmi identifikasi jenazah serta perkembangan lanjutan dari tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Komodo.***