POJOKSATU.id - Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah tiga hari hilang kontak di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran publik yang selama berhari-hari tidak mendapat kabar mengenai keberadaan orang nomor satu di Kota Sibolga tersebut.

Akhmad Syukri dilaporkan hilang kontak sejak Selasa, 25 November 2025.

Baca Juga: Hanya Bayar Pajak, Warga Berpeluang Dapat Hadiah Fantastis dari Pemprov Banten

Saat itu ia baru saja melakukan perjalanan dari Medan menuju Sibolga untuk koordinasi penanganan bencana.

Namun kondisi di lapangan berubah drastis. Longsor terjadi di beberapa titik, memutus jalan lintas dan membuat kendaraan tidak bisa melintas.

Baca Juga: Sekolah Bisa Ajukan Revitalisasi Secara Online Mulai 2026, Begini Mekanismenya

Pada saat yang sama, jaringan komunikasi dan internet di sebagian wilayah Sibolga dan Tapteng juga lumpuh total, menyebabkan komunikasi terhenti dan sinyal tidak dapat diakses dari titik mana pun.

Situasi inilah yang membuat keberadaannya tak terlacak.

Sumber pemerintah daerah dan pejabat Kemendagri mengonfirmasi bahwa hilangnya kontak tersebut bukan disebabkan insiden kecelakaan ataupun situasi berbahaya lain.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 32 Orang Meninggal Dunia, Kayu Gelondongan Berserakan

Sebaliknya, Syukri dan rombongan terjebak di wilayah yang sama sekali terputus dari akses kendaraan.

Mereka berada di jalur yang tertimbun material longsor hingga sulit bergerak menggunakan mobil. Dalam kondisi itu, satu-satunya cara keluar adalah berjalan kaki.

Perjalanan kaki tersebut menjadi bagian paling dramatis dari keseluruhan peristiwa.

Syukri harus menyusuri jalur yang tidak stabil, melewati material longsor yang menutup jalan, hingga menghadapi kontur tebing yang rawan longsor susulan.

Beberapa laporan menyebutkan ia bersama sejumlah pendamping berjalan berjam-jam setiap harinya untuk mencari jalur alternatif menuju wilayah yang masih memiliki akses komunikasi.

Selama tiga hari, tak ada satu pun saluran komunikasi yang dapat dipakai untuk mengirim kabar.

Baca Juga: Sekolah Bisa Ajukan Revitalisasi Secara Online Mulai 2026, Begini Mekanismenya

Inilah yang membuat publik, termasuk pejabat pusat, mengira telah terjadi sesuatu yang lebih buruk.

Di sisi lain, aparat daerah juga mengalami kesulitan mencari posisi rombongan karena hujan masih turun dan menyebabkan longsor tambahan di sejumlah lokasi.

Pada Jumat, 28 November 2025, kabar yang dinanti akhirnya datang.

Baca Juga: Hanya Bayar Pajak, Warga Berpeluang Dapat Hadiah Fantastis dari Pemprov Banten

Pejabat pemerintah Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa Wali Kota Sibolga berhasil keluar dari wilayah terisolasi dan ditemukan dalam keadaan selamat.

Kontak pertama dilakukan melalui sambungan telepon yang berhasil terhubung setelah ia mencapai titik dengan jaringan stabil.

Dalam laporan yang beredar, kondisi Syukri disebut “capek tapi sehat”, sebuah kalimat yang langsung meredakan ketegangan yang sebelumnya muncul di tengah masyarakat.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Banjir Bandang Tapsel, 32 Orang Meninggal Dunia, Kayu Gelondongan Berserakan

Penemuan ini sekaligus menegaskan betapa parahnya dampak bencana yang terjadi.

Jalur darat yang putus total membuat ribuan warga terisolasi dan bantuan sulit masuk.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bahkan harus mengirim bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat Hercules karena distribusi lewat darat tidak memungkinkan.

Di tengah upaya besar tersebut, munculnya kembali sang Wali Kota dari jalur darat menjadi gambaran ekstremnya kondisi lapangan yang ia hadapi.

Bagi publik Sibolga, kabar ditemukannya Akhmad Syukri menjadi berita baik di tengah suasana mencekam akibat bencana yang merusak rumah, jalan, dan fasilitas umum.

Pemerintah daerah kini memfokuskan langkah pada pembukaan akses darat, perbaikan jaringan komunikasi, dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

Baca Juga: Anggaran Pesantren Melonjak 10 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp13 Triliun untuk Penguatan Layanan dan Pembinaan

Kisah perjalanan kaki Wali Kota Sibolga menembus longsor bukan hanya menjadi catatan dramatis dari sebuah bencana alam, tetapi juga menjadi simbol rapuhnya infrastruktur ketika cuaca ekstrem terjadi.

Namun yang lebih penting, penemuannya dalam keadaan selamat memberikan harapan dan ketenangan bagi masyarakat yang selama tiga hari menunggu kepastian.***