POJOKSATU.id, JAKARTA—Tiga gempa kuat magnitudo 7,7, lalu 6,4 dan ketiga magnitudo 5,9 mengguncang tiga tempat di Indonesia pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Ketiga gempa memiliki kesamaan yaitu sama-sama gempa tektonik atau akibat aktivitas lempeng.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Doktor Wijayanto, Minggu (16/8) menjelaskan bahwa tiga gempa kuat terjadi di Flores NTT, Simalungun Sumut, hingga Parigi Sulteng.

"Tidak ada korelasi langsung. Ketiga gempa yaitu NTT M 7,7 akibat Sesar Back Arc Thrust Flores, Simalungun M 6,4 akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia, dan Parigi Moutong M 5,9 akibat Deformasi Dalam Lempeng Laut Sulawesi terjadi di 3 sistem sumber dan tatanan tektonik yang berbeda. Secara mekanis tidak saling memicu," ujarnya kepada wartawan, Minggu.

Baca Juga: Heboh, Indonesia Ekspor Monyet untuk Riset, Begini Penjelasan Pakar IPB

Perbedaan Ketiga Gempa

Ketiga gempa memiliki sumber dan karakteristik gempa yang berbeda.

1. Gempa NTT magnitudo 7,7

Gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Back Arc Thrust Flores. Mekanisme naik/thrust.

2. Simalungun magnitudo 6,4

Gempa kedalaman menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Bukan dari sesar darat, melainkan dari bidang penunjaman.

3. Parigi Moutong magnitudo 5,9

Baca Juga: Keluarga Proklamator dan Mantan Kepala Negara Dipastikan Terima Undangan Peringatan Kemerdekaan

Gempa dangkal-menengah 60 km akibat deformasi kompresi intraplate di Teluk Tomini dengan mekanisme oblique thrust.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa gempa NTT memiliki aftershock atau gempa susulan yang sangat banyak.

Sedangkan gempa Simalungun dan Parigi Moutong belum ada gempa susulan hingga Minggu.

"Perbedaan jumlah aftershock ini juga menguatkan bahwa tiap gempa melepas energi sesuai karakteristik patahannya masing-masing," ujarnya.

Menurut dia, fenomena tiga gempa dalam sehari itu merupakan seismic clustering atau klasterisasi seismik.

Karena sesar di Indonesia banyak, bisa saja melepaskan energi dalam waktu berdekatan, sebab Indonesia memang memiliki banyak zona aktif.***