POJOKSATU.id, BALI—Tiga calon dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) ditindak tegas dari RSUP Ngoerah, Bali, buntut membully atau mengejek korban Timothy Anugerah Saputra.

Tiga pelaku bullying ini tidak lagi bertugas di rumah sakit umum milik pemerintah ini buntut membully korban Timothy Anugerah, mahasiswa FISIP Unud, yang diduga bunuh diri Rabu (15/10) lalu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) juga mengonfirmasi tiga calon dokter ini sudah diberhentikan dari RSUP Ngoerah Bali.

Baca Juga: Kapolsek Ungkap di Lantai 4 Gedung Unud Ada Pagar, Timothy Lebih Condong Sengaja Jatuhkan Diri

Tindakan tegas tersebut diberikan pihak RS sebagai komitmen lingkup fasilitas kesehatan bebas dari pelaku perundungan.

Dirjen Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, mengaku sudah berkomunikasi dengan RSUP Ngoerah, Bali, soal kasus ini.

"Sudah ada kesepakatan antara RS Ngoerah dan FK Unud. Sementara yang bersangkutan dikembalikan ke FK Unud untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," ujarnya, Senin (20/10).

Ketiganya mengejek kejadian yang menimpa Timothy, mahasiswa FISIP Unud yang bunuh diri dari lantai 4 gedung FISIP.

Baca Juga: Polisi Ungkap 15 Menit Sebelum Lompat dari Gedung, Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Terlihat Panik

Plt Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah I Wayan Sudana, Minggu (19/10/2025) membenarkan ketiganya tidak lagi bertugas di RSUP Ngoerah.

RS Ngoerah sudah mengambil tindakan tegas dengan mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi.

Sudana menegaskan koas atau co-assistant adalah program keprofesian bagi mahasiswa kedokteran melalui tahap pendidikan klinis di rumah sakit.

Dia menyebut mahasiswa yang terbukti bersalah dan melanggar etika akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami tegaskan kembali bahwa mereka adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngoerah. Bukan sebagai karyawan RS Ngoerah sehingga tidak bisa disebut mewakili RS Ngoerah," katanya.***