POJOKSATU.id, JAKARTA—Tiga anggota TNI dari kecabangan Angkatan Darat (AD) tewas atau gugur kena hantam serangan Israel di Lebanon selatan dalam dua hari, Minggu dan Senin (30/3).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menlu Sugiono sudah memberikan tanggapan atas gugurnya tiga prajurit TNI ini, sementara Presiden Prabowo belum ada komentar.

“Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon, mewakili Bapak Presiden tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," ungkap Prasetyo Hadi dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa 31 Maret 2026.

Baca Juga: Sosok Perwira Kopassus Kapten Zulmi Aditya Gugur di Usia Muda Diserang Israel, Lulusan Akmil 2015

Disampaikan bahwa pemerintah telah menyatakan sikap resmi dengan menyesalkan peristiwa tersebut dan menyerukan kepada otoritas terkait untuk melakukan investigasi.

"Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,” ujar Prasetyo.

Selain itu, pemerintah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan proses pemulangan jenazah para prajurit berjalan dengan baik serta menjamin keselamatan personel TNI yang masih bertugas di lapangan.

Baca Juga: Tiga Anggota TNI Gugur di Lebanon Diserang Israel, Prabowo Didesak Minta PBB Gelar Sidang Darurat

“Kami juga sebagai Mensesneg telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk dengan Panglima TNI, dalam hal melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur,” katanya.

“Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono dalam komunikasinya dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat menyusul insiden tersebut.

“Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” ujar Sugiono dalam akun X resminya.

Diketahui, tiga anggota TNI yang gugur ini merupakan pasukan perdamaian PBB yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Identitas ketiga prajurit TNI yang gugur antara lain Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon.

Praka Farizal Romadhon gugur Minggu (29/3). Sementara Kapten Inf Zulmi Aditya dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur Senin (30/3) waktu setempat.

Kapten Inf Zulmi Aditya berasal dari Sat Grup 2 Kopassus, dia juga merupakan Komandan Kompi B pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).***