POJOKSATU.id, KARAWANG - Warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, menghadapi masalah dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) yang penuh dan irigasi yang tercemar oleh sampah.

Dirman (48), Ketua RT 16 RW 04, mengungkapkan bahwa Kepala Desa Kemiri telah menyiapkan enam TPSS di Desa Kemiri, tetapi sampah di TPSS selalu menumpuk hingga keluar ke jalan raya.

Beberapa warga juga membuang sampah ke irigasi, menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan saluran irigasi untuk pengairan sawah menjadi tersendat. Akibatnya, banyak warga yang mengeluh mengenai situasi ini.

Dirman menjelaskan bahwa ketika TPSS penuh, mereka dan warga lainnya membakar sampah tersebut, karena tidak ada pengangkutan sampah dari TPSS oleh pihak desa. Namun, tidak lama setelah dibakar, TPSS tersebut kembali terisi dengan sampah. Warga menduga bahwa ada warga dari desa lain yang juga membuang sampah di TPSS Desa Kemiri.

Oleh karena itu, warga setuju untuk menutup TPSS tersebut dengan semen karena kondisinya yang tidak terawat. Namun, buangan sampah sembarangan ke irigasi telah berlangsung selama setahun. Hal ini menyebabkan irigasi menjadi kotor dan saluran pengairan sawah tersumbat, serta meningkatkan risiko penyakit.

Dirman meyakini bahwa jika TPSS dibuka lagi, sampah akan kembali menumpuk dan keluar ke jalan raya. Oleh karena itu, warga memilih untuk mengumpulkan sampah di halaman rumah masing-masing dan membakarnya. Dirman berharap pemerintah dapat membuat program pengangkutan sampah dari TPSS sebagai solusi.

Namun, Salwani, Kepala Desa Kemiri, menyatakan bahwa pihak desa telah menyediakan TPSS di beberapa titik, meskipun ia tidak mengetahui bahwa warga telah menutup TPSS dengan semen. Salwani mengakui bahwa TPSS di Desa Kemiri selalu dipenuhi sampah, meskipun sering dibakar. Banyak warga dari luar desa juga membuang sampah ke TPSS tersebut dan bahkan ke irigasi.

Salwani menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki program penanganan sampah untuk warga Desa Kemiri. Program ini melibatkan tempat pembuangan sampah (TPS) yang dilengkapi dengan mobil pengangkut sampah untuk wilayah Kecamatan Jayakerta, dengan lokasi di Desa Jayamakmur. Program ini telah siap dengan aturan-aturan yang telah disusun dan tinggal menunggu waktu operasionalnya.

Termasuk beberapa TPSS di Desa Kemiri yang ditutup warga dengan semen, akan dibuka kembali. Pemerintah akan memastikan bahwa TPSS berfungsi dengan baik dan mobil pengangkut sampah akan mengambil sampah dari TPSS tersebut. (Ega Nugraha/Pojoksatu)