POJOKSATU.id, PALEMBANG—Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Peribahasa ini seperti berlaku bagi Zidan, warga Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.
Ketidaksiapan dirinya naik bus ALS nomor pintu 346 jurusan Semarang-Medan dari loket bus ALS Lubuklinggau, menyelamatkannya dari kecelakaan maut di Jalinsum Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara).
Kendati sudah memiliki tiket, namun Zidan gagal berangkat karena saat dihubungi pemilik loket, Zidan mengaku belum siap untuk berangkat.
Baca Juga: Kisah 4 Penumpang ALS Selamat dari Kobaran Api Usai Tabrakan dengan Truk Tanki BBM di Sumsel
"Kemarin Zidan itu saat dihubungi dia mengaku belum siap (berangkat)," ungkap Mariya Hana, pemilik loket ALS Kota Lubuklinggau, Kamis (7/5/2026).
Mariya mengungkap Zidan sebenarnya hendak pergi ke Aceh untuk bekerja dan seharusnya sesuai jadwal yang tertera di tiket, dia berangkat pukul 10.30 WIB dari loket Lubuklinggau.
Namun karena belum siap akhirnya dia berangkat naik bus ALS 361 yang berangkat pukul 14.00 WIB atau jadwal yang berikutnya.
Mariya mengungkapkan kondisi bus ALS nomor lambung 346 tersebut masih sangat layak jalan.
Terakhir melintas lewat Kota Lubuklinggau menuju Pulau Jawa pada tanggal 27 April lalu atau sekitar pekan lalu.
Baca Juga: Sosok Sopir Truk Tangki BBM Hantam Bus ALS Tewaskan 16 Orang, 2 Jam Sebelumnya Sapa Istri di Rumah
"Kondisi mobilnya bagus, selama ini belum pernah dengar macet sama sekali. Waktu itu penumpang kita juga naik mau ke Semarang, tidak ada kabar macet atau apa," ungkapnya.
Mariya mengungkapkan selama 20 tahun menjadi agen loket ALS di Lubuklinggau, mobil yang digunakan selalu layak.
Karena menurutnya kalau sudah tahun tua atau tahun kesekian akan dikandangkan atau diganti oleh manajemen ALS.
Menurutnya, masyarakat memilih bus ALS karena seluruh jurusan ada serta dibanding bus lain harga tiket lebih murah.
Sopir dan Kru ALS Meninggal
Dalam kejadian kecelakaan ini, yang menjadi sopir utama adalah Alif (44) berasal dari Purwokerto.
Ia sudah lama tinggal di Medan, bahkan lantaran lama bergaul dengan lingkungan ALS, dia pun bisa berbahasa Mandailing dengan baik.
Sementara yang menjadi sopir dua adalah Maleh alias Male yang berasal dari Desa Singengu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Sementara kernet bus yang meninggal diduga bernama Fadli atau Saf yang berasal dari Sumut. Belum diketahui kebenaran dari identitas kernet bus ini.
Dalam kejadian tragis ini, jumlah korban yang meninggal sebanyak 16 orang, dimana 14 orang berasal dari bus ALS dan dua orang berasal dari truk tangki BBM.***




