POJOKSATU.ID - Situasi pascabencana di Aceh Utara kian memanas setelah sebuah truk logistik dibakar massa pada Rabu 10 Desember 2025 malam.

Video yang beredar luas di media sosial menyebut truk itu milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun klarifikasi resmi kemudian membantah klaim tersebut.

Truk yang hangus terbakar ternyata adalah milik Satpol PP Aceh Utara, bagian dari rombongan Bupati Aceh Utara yang sedang mendistribusikan bantuan bagi korban banjir.

Baca Juga: Lulus PPG Tahun 2025, Guru Berhak Terima TPG 100 Persen? Begini Bunyi Aturan Resmi dari Kementerian Keuangan!

Kesimpangsiuran informasi memperburuk keadaan.

Banyak warganet terlanjur mengutuk BNPB padahal lembaga itu sama sekali tidak terlibat dalam insiden tersebut.

BNPB akhirnya turun tangan meluruskan narasi, menegaskan tidak ada satu pun kendaraan BNPB yang ikut terbakar dan meminta publik berhenti menyebarkan informasi palsu.

Namun kerusakan sudah terjadi, kepercayaan publik kembali goyah di tengah bencana yang membutuhkan koordinasi cepat dan presisi.

Baca Juga: Bahlil Ketok Aturan Baru! Tambang di Kawasan Hutan Kena Denda Berat, Warganet Nyindir Kenapa Baru Sekarang?

Insiden bermula ketika truk Satpol PP bernomor BL 8013 KI terjebak di jalur berlumpur di Desa Kaki Bale, Langkahan.

Rombongan Bupati Aceh Utara yang seharusnya tiba satu tujuan kemudian melanjutkan perjalanan.

Sementara truk logistik justru tertinggal di lokasi yang sepi dan minim pengamanan.

Truk itu mengangkut 500 bungkus logistik.

Sebagian telah diturunkan, namun sisanya masih tersimpan penuh di bak belakang.

Warga yang berada di sekitar lokasi melihat truk berhenti dan langsung meminta agar bantuan diturunkan di tempat.

Namun sopir menolak karena harus mengikuti mekanisme distribusi resmi.

Penolakan itu justru menyulut emosi warga yang merasa sudah terlalu lama menunggu bantuan yang tak kunjung datang.

Baca Juga: TPG Guru Tak Kunjung Cair Meski Tugas Sudah Diselesaikan! Penyaluran Tahun Ini Dilaporkan Makin Lambat, Puslapdik Ungkap Penyebabnya

Dalam kondisi frustrasi dan kacau, massa kemudian merangsek ke truk, mengambil logistik secara paksa, merusak kendaraan, dan akhirnya membakar truk hingga tinggal rangka besi.

Kepala Satpol PP Aceh Utara, Iskandar, membenarkan seluruh kronologi tersebut.

Ia menyebut situasi tidak terkendali sehingga anggotanya terpaksa menjauh demi menyelamatkan diri.

Ia juga mengakui adanya kesalahan rute yang membuat truk logistik tersasar dan terjebak di lokasi yang tidak seharusnya dilewati.

Baca Juga: Klarifikasi Resmi BNPB Sebut Bukan Truk Kami!, Begini Fakta di Balik Insiden Pembakaran Truk Aceh Utara

Kesalahan fatal dalam perencanaan dan minimnya pengamanan semakin memperparah kondisi lapangan.

BNPB melalui Kepala Pusat Data dan Informasi, Abdul Muhari, menegaskan bahwa lembaga tersebut hanya fokus pada penanganan tanggap darurat.

Dan tidak ada truk BNPB yang terlibat.

Abdul meminta warga tetap tenang dan tidak memicu konflik baru yang dapat menghambat distribusi bantuan ke wilayah terisolasi.

Insiden pembakaran ini menjadi gambaran suram betapa lemahnya koordinasi serta betapa mudahnya bantuan tersendat di tengah bencana besar.

Warga yang seharusnya ditenangkan justru makin frustrasi akibat distribusi yang amburadul.

Pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas agar penanganan darurat tidak semakin kacau.

Namun tanpa evaluasi menyeluruh, bukan tidak mungkin insiden serupa kembali terjadi di wilayah lain yang juga sedang berjuang bertahan dari dampak bencana.***