POJOKSATU.id – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur ternyata dipicu adanya kecelakaan antara kereta dengan mobil.
Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur terjadi setelah kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong paling belakang commuter line atau Kereta Api Listrik (KRL).
Kecelakaan ini terjadi pada Selasa 27 April 2026 pukul 21.52 wib.
Baca Juga: Humas PT KAI Ungkap Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Hanya Tertemper, Ini Penjelasannya
Berdasarkan informasi yang didapat wartawan bekasi.pojoksatu.id di lapangan, Commuter Line tersebut terhenti di Stasiun Bekasi Timur lantaran mengalami kecelakaan dengan sebuah mobil.
Gambar yang didapat Redaksi dari berbagai sumber pada awal-awal kecelakaan terjadi memperlihatkan taksi Green SM berpelat nomor B 2864 SBX tertabrak bagian depat Commuter Line di perlintasan Ampera, Bekasi Timur.
Salah seorang penumpang Commuter Line, Heriyati, mengatakan saat itu dirinya hendak turun di Stasiun Tambun.
Tapi, karena ada insiden dengan taksi Green SM tersebut dia berencana turun di Stasiun Bekasi Timur.
"Ada informasi ada kendala, katanya ada mobil terseret, katanya di Ampera," ujar dia kepada wartawan bekasi.pojoksatu.id.
Karena insiden itu, Heriyati meminta suami menjemput di Stasiun Bekasi Timur saja.
"Sudah tuh, saya pikir, ah saya kan turun di Tambun, saya telepon suami saja deh, nanti saya minta dijemput di sini, kata saya gitu," sambungnya.
Dia menduga insiden ini bakal menunda keberangkatan Commuter Line cukup lama.
"Nah, saya keluar tuh, untungnya saya keluar. Pas saya telepon suami belum kelar teleponan sama suami, itu kereta nabrak," kata dia.
Heriyati berada di gerbong 5. Dia naik dari Stasiun Bekasi.
Dia menyaksikan detik-detik menegangkan saat kereta Argo Bromo Anggrek menghantam Commuter Line dari belakang.
Baca Juga: Horor Tabrakan Adu Banteng Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Dua Crew Disebut Meninggal Dunia
"Itu yang di gerbong banyak yang mental. Untungnya saya sudah di luar. Sudah duluan keluar, banyak yang mental," kata dia.
Heriyati sempat merasakan syok sebelum akhirnya dapat pulih dan mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya selamat dari insiden maut tersebut.
Korban Meninggal Sudah 30 Orang
Sementara, berdasarkan data sampai pukul 21.52 wib, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur ini terus bertamah.
Berdasarkan data yang didapat reporter bekasi.pojoksatu.id di Stasiun Bekasi Timur, sampai saat ini sudah 30 korban jiwa terdata.
Data bersifat sementara bersumber dari Badan SAR Nasional yang bertugas di lokasi.
Berdsarkan pengamatan di lapangan, masih ada korban yang terimpit bagian samping gerbong kereta.
Baca Juga: Astaga, Ketua dan Kepsek Daycare Aresha yang Suruh Tangan Kaki Anak Diikat, Dilepas Saat Makan
Hingga saat ini, petugas terus berjibaku agar korban dapat segera dievakuasi.
Beberapa korban lain dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan petugas gabungan hingga saat ini masih berjibaku mengevakuasi korban terjepit di gerbong Commuter Line yang ditabrak Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.***




