POJOKSATU.id - Mahasiswa perhotelan Aldi Nababan atau Aldi Sahilatua Nababan ternyata sempat berkomunikasi dengan salah seorang temannya.

Komunikasi terakhir Aldi Nababan dengan temannya itu bahkan terjadi hanya sehari sebelum korban ditemukan tewas.

Teman Aldi Nababan itu bernama Josua Siburian alias Kribo.

Baca Juga: Firli Bahuri Jadi Tersangka Pemerasan, Komisi III DPR Kok Terkesan Membela: Saya Rasa Dia Orang yang Paham Hukum

Kribo menjadi salah satu saksi yang diperiksa penyidik Polsek Kuta Selatan dan Polresta Denpasar.

Aldi Nababan ditemukan tewas di dalam kamar kos nomor 10, di Jalan Bypass Ngurah Rai, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Mahasiswa perhotelan itu ditemukan tewas pada Sabtu 18 November 2023 sekitar pukul 08.30.

Baca Juga: Kubu TPN Ganjar Mulai Bombardir Kubu Prabowo, Kali Ini Lewat Celah Kades yang Sampaikan Aspirasi ke Gibran

"Selain anak pemilik kos, teman korban bernama Josua Siburian alias Kribo sudah beri keterangan," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Rabu 22 November 2023.

Kepada polisi, Kribo menyatakan bahwa Aldi masih tercatat sebagai mahasiswa aktif Elizabeth International Hotel & Business School.

Bahkan Kribo menyebutkan bahwa temannya itu akan menjalani kelulusan pada akhir November ini.

Baca Juga: Daftar Lengkap Year End Billboard Charts 2023 Member BTS, Jimin Paling Banyak Entri

Kribo juga sempat berkomunikasi via chat Whatsapp dengan Ali Sahilatua Nababan.

Kali terakhir terjadi pada Selasa 14 November 2023, sekitar pukul 15.20.

Saat itu Kribo hendak mengajak korban nongkrong.

Akan tetapi chat tersebut baru dibalas oleh Aldi dua hari kemudian yakni pada Kamis 16 November sekitar pukul 11.50.

Baca Juga: Penantian Panjang Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Akhirnya Polda Jabar Ungkap Motif Utamanya

Kribo sempat membalas chat terakhir korban pada hari yang sama pada pukul 18.10.

Tapi lagi-lagi chat itu tidak mendapatkan balasan.

Kemudian pada keesokan harinya, Kribo sempat mengontak kembali Aldi Nababan, juga melalui Whatsapp.

Baca Juga: Iklan Prabowo di TV Ada Gambar Anak- Anak, Begini Analisa Pengamat Hukum Soal Pelanggaran UU Pemilu

Akan tetapi komunikasi tersebut juga tidak mendapatkan balasan dari korban.

"Saksi sempat menghubungi korban lagi pada Jumat 17 November 2023 tapi tak dibalas," ungkap dia.

Lalu apa isi komunikasi terakhir Aldi Nababan dengan Kribo.

Baca Juga: Ratusan Pengemudi Taksi dan Ojek Online Demo di Kantor Dishub Karawang

Berdasarkan informasi dari inernal Polsek Kuta Selatan, saat itu Kribo ingin mengajak korban nongkrong.

Hanya saja rencana tersebut tidak pernah terlaksana lantaran korban sudah ditemukan tewas sehari kemudian.

Baca Juga: Syamsuddin Alimsyah: Frli Bahuri Lebih Sadih, Lebih Jahat dari Koruptor!

Sukadi menerangkan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kos bernama Nyoman Risup Artana (43).

Awalnya Risup mencium bau busuk menyengat saat mengepel lantai di depan kamar kos nomor 10 itu.

Risup juga melihat bahwa di sekitar kamar tersebut banyak sekali lalat hijau.

Baca Juga: Syamsuddin Alimsyah: Firli Bahuri harus Ditangkap, Berpotensi Melarikan Diri dan Hilangkan Barang Bukti

"Saksi curiga terhadap sekitar kamar korban yang juga dipenuhi dengan lalat hijau," tutur Sukadi.

Risup kemudian mengetuk pintu kamar kos korban, tetapi tidak ada respon dari dalam kamar.

Karena itu Risup langsung memberitahu anaknya yang langsung melaporkan ke Polsek Kuta Selatan.

Baca Juga: Usai Tersangka, Mobil Camry Plat RFP Diduga Ditumpangi Firli Bahuri Ngebut Tinggalkan Rumah di Bekasi

Polisi yang datang ternyata tidak bisa membuka pintu kamar karena terkunci dari dalam.

Pintu kamar kos Aldi Nababan baru bisa dibuka dengan bantuan tukang kunci.

Saat pintu dibuka, polisi menemukan korban tergantung dalam kondisi leher terlilit tali tampar.

Baca Juga: Firli Bahuri Tersangka Itu Karma dan Dosa Terhadap 75 Pegawai KPK tak Lolos TWK

"Korban tergantung nyandar di pintu kamar dengan kedua kaki nyentuh lantai," ungkap Sukadi.

Selain itu jenazah korban sudah mengalami pembusukan.

Baca Juga: Usai Firli Bahuri Tersangka, Setiap Warga Ditanya Apa Tujuan Masuk Komplek Rumah Ketua KPK

"Korban sudah mengeluarkan darah dari hidung dan mayat ditemukan proses pembengkakan dan kulit mengeluarkan cairan," kata dia.

Saat ini, penyidik Polresta Denpasar masih berkoordinasi dengan tim dokter RS Bhayangkara Medan terkait hasil otopsi jenazah Aldi Nababan.

Diketahui, kasus ini ramai dan viral setelah kasu Aldi Nababan diunggah pemilik akun Instagram @monalisanababan_, pada Rabu 22 November 2023.

Baca Juga: Jamuan Bersama BLACKPINK di Istana Buckingham , Raja Charles III Sebut BTS Setara dengan The Beatles

Monalisa Nababan menyatakan bahwa Aldi Nababan yang disebut adiknya itu bukan bunuh diri, melainkan korban pembunuhan.

Monalisa Nababan juga menyebut bahwa kondisi mahasiswa perhotelan itu sangat tidak wajar.

"Alat kelamin pecah dan mengeluarkan darah, sekujur tubuh lebam, mulut dan hidung mengeluarkan darah, serta engsel siku tangan bergeser," tulisnya.

Baca Juga: Sedang Galau? Nonton Sekarang! 5 Film dan Drama Korea dengan Kisah Romantis Remaja yang Sad Ending

Setelah mengetahui kondisi jenazah korban, keluarga tak terima dan meminta dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Medan.

Yang membuat keluarga tidak terima, pihak keluarga asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ini tidak diperbolehkan ikut menyaksikan proses autopsi.

Baca Juga: Firli Bahuri Tersangka, Jokowi harus Cepat Pecat dari Ketua KPK

Dari pihak keluarga sudah memberikan opsi untuk diwakilkan dokter yang ditunjuk pihak keluarga. Tetapi tetap tidak diterima oleh dokter forensik.

"Bahkan ruangan bedah dikunci rapat dan dikawal penjaga. Kami tidak diperbolehkan mendokumentasikan jenazah dari mulai pembukaan peti sampai diautopsi," kata dia.

Baca Juga: Memahami Perbedaan UMR, UMP, dan UMK dalam Regulasi Ketenagakerjaan Indonesia

Karena itu, Monalisa Nababan meminta tolong kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan mengusut kasus Aldi Nababan.***