POJOKSATU.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik.
Selain video viral deretan motor yang disebut untuk operasional, kini perhatian juga tertuju pada fasilitas dan keuntungan yang diterima para pekerja di dalamnya.
Berdasarkan berbagai informasi yang beredar, pegawai dalam program ini memang mendapatkan sejumlah dukungan, mulai dari gaji hingga jaminan sosial.
Namun, tidak semuanya seperti yang dibayangkan publik.
Untuk penghasilan, karyawan MBG disebut memiliki kisaran gaji antara Rp2 juta hingga Rp6,5 juta per bulan, tergantung posisi dan tanggung jawab.
Posisi seperti ahli gizi atau manajerial umumnya berada di angka lebih tinggi, sementara staf operasional menyesuaikan dengan kondisi daerah.
Baca Juga: Tak Ada PHK, Pemkab Cirebon Siapkan Pengangkatan PPPK Jadi Penuh Waktu
Selain gaji, pekerja juga mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan dilansir dari bpjsketenagakerjaan.go.id.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara BPJS dan Badan Gizi Nasional (BGN), di mana setiap pekerja dilindungi dengan premi sekitar Rp16.800 per bulan.
Menariknya, premi tersebut tidak dipotong dari gaji pekerja.
Baca Juga: Tak Ada PHK, Pemkab Cirebon Siapkan Pengangkatan PPPK Jadi Penuh Waktu
Kepala BGN Dadan Hindayana, menegaskan bahwa biaya perlindungan ini ditanggung sehingga pekerja tetap menerima penghasilan secara utuh.
Di sisi lain, ada pula insentif untuk dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam petunjuk teknis program, disebutkan bahwa setiap dapur bisa mendapatkan insentif hingga Rp6 juta per hari.
Namun dana ini bukan untuk individu, melainkan operasional dapur, termasuk bahan makanan dan distribusi.
Terbaru muncul pula isu bantuan motor yang viral di media sosial.
Meski belum ada penjelasan resmi terkait jumlah dan jenisnya, motor tersebut diduga akan digunakan untuk mendukung distribusi di lapangan.
Jika dilihat secara keseluruhan, berbagai fasilitas tersebut lebih mengarah pada dukungan operasional program, bukan keuntungan pribadi semata.
Tujuannya jelas, agar distribusi makanan bergizi bisa berjalan lancar dan menjangkau masyarakat luas.***




