POJOKSATU.id - Proses pencarian pesawat ATR 42–500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung memasuki babak baru setelah tim khusus akhirnya menemukan black box.
Penemuan ini terjadi dalam operasi yang berlangsung di medan curam dan berkabut, tempat serpihan pesawat berserakan di lereng terjal.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi.
Baca Juga: Kabar Baik Dunia Pendidikan, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasannya
Membenarkan penemuan tersebut saat ditemui di Posko Operasi SAR gabungan di Desa Tompobulu, Balocci, Pangkep.
Ia menyebut lokasi black box berada di bagian ekor pesawat yang jatuh di jurang dalam, membuat upaya evakuasi berjalan penuh risiko.
“Kita berhasil menemukan black box,” ujar Kolonel Dody pada Rabu dikutip pojoksatu.id dari detiknews 21/1/2026.
Baca Juga: Program UHC, Warga Karawang Kini Berobat Cukup Pakai KK di RS Lira Medika
Menurutnya, tim butuh waktu untuk memastikan kondisi sekitar aman sebelum menurunkan personel menggunakan tali panjang guna menjangkau titik penemuan.
Ia menjelaskan bahwa komponen perekam penerbangan itu akhirnya dapat dilepaskan dari dudukannya setelah tim melakukan pengamanan area.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita lepas dari dudukannya, dan proses turun menuju posko kita di Desa Tompobulu ini,” tuturnya.
Baca Juga: Kabar Baik Dunia Pendidikan, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasannya
Penemuan black box menjadi fase penting bagi investigasi KNKT untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum pesawat hilang kontak.
Setelah tiba di posko, perangkat itu akan diperiksa lebih lanjut sebelum dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
Sementara itu, tim SAR masih melanjutkan operasi pencarian korban dan puing lainnya.
Kondisi cuaca yang berubah cepat dan medan ekstrem menjadi tantangan tersendiri, namun operasi dipastikan tetap berjalan hingga seluruh proses dinyatakan tuntas.***




