Terungkap Ada Fee 10 Persen Proyek Dishub dari Kasus Korupsi Walikota Bandung Yana Mulyana
POJOKSATU.id - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi suap Wali Kota Bandung nonaktif Yana Mulyana kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, pada Senin 10 Juli 2023.
Sidang tersebut menghadirkan terdakwa Sony Setiadi, Direktur Utama PT Citra Jelajah informatika (PT CIFO), Benny Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (PT SMA), dan Andreas Guntoro Vertical Solution Manager PT SMA.
Sementara saksi yang dihadirkan adalah Andri Fernando Sikabat, selalu Kepala Seksi Lalulintas Dishub Kota Bandung.
Saksi mengungkapkan bahwa pekerjaan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk tahun 2022 dipotong fee 10 persen dari nilai total proyek.
Selain Andri Fernando Sikabat, juga menghadirikan saksi Yadi Haryadi, Yohanes dan Dimas yang juga merupakan saksi dari Dishub Kota Bandung.
Saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tito Djaelani bertanya, saksi Andri menjelaskan bahwa untuk tahun anggaran 2022, proyek di Dishub tersebut mendapat keuntungan 10 persen dari nilai paket proyek.
BACA JUGA: KPK Periksa Sekda sampai Kadiskominfo Terkait Kasus Korupsi Yana Mulyana
"Saya kadang mengambilnya dari pihak swasta, kadang pihak ketiga juga yang mengantarkan langsung," ujar Andri.
Andri juga menyebut uang-uang tersebut diserahkan ke Choriul Rijal, atasannya di Dishub Kota Bandung, yang juga terdakwa dan ditangkap dalam OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana beberapa waktu lalu.
Andri mengakui dirinya tahu persis karena memang fee 10 persen itu dipotong dari pemborong.
Selanjutnya JPU Tito menayangkan di layar tentang isi percakapan WA terkait fee proyek.
BACA JUGA: Instagram Wali Kota Bandung Yana Mulyana Menghilang, Masa Iyah di KPK Pegang HP
Tentang isi chat itu, Andri menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan uang fee 500 juta dari pekerjaan yang dikerjakan pada tahun 2022 dikerjakan PT Sarana Lalulintas Indonesia anggaran Rp2,3 miliar.
"Uang itu saya ambil lalu diberikan kepada atasan saya Khoerul Rizal," ujarnya.
Selain Rp500 juta, Apil perubahan Rp413 juta juga mendapat uang serupa dari pengerjaan videotron Rp173 juta.
Juga beberapa proyek lain yang dikerjakan pada tahun 2022 termasuk dari CCTV Huawei Rp708 juta, hingga keseluruhan berjumlah Rp2,2 miliar. (Arief Pratama/Pojoksatu)




