POJOKSATU.id, BOGOR—Tersangka MF alias Febry Ambon ternyata bukan pacar korban Anggi Auliya Arsyad (25) yang jasadnya ditemukan di Simpang Yasmin usai dibuang dari Tol BORR atau Tol Sholeh Iskandar.

Paman korban, Syamsudin (52) berharap tersangka dihukum mati atau dihukum seumur hidup karena sudah menghilangkan nyawa keponakannya.

Dia meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman berat kepada tersangka atas perbuatannya menghilangkan nyawa orang lain.

“Dia menghilangkan nyawa seseorang berarti dia harus hilang nyawa juga, itu keinginan saya. Nyawa harus dibalas nyawa. Kalau bisa ya dihukum mati, paling enggak seumur hidup," kata Syamsudin, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Sosok Anggi Auliya Korban Pembunuhan di Yasmin Ternyata Yatim Piatu, Lulus Sarjana Sambil Bekerja

Dia menilai keponakannya tidak memiliki salah. Perbuatan tersangka yang menghilangkan nyawa keponakannya ini dianggap telah mengambil kekuasan Tuhan.

Di sisi lain, Syamsudin mengapresiasi langkah cepat kepolisian mengungkap identitas korban hingga menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Saya, selaku pribadi dan orang tua dari almarhumah, mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada pihak kepolisian,” katanya.

“Dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, nggak bisa dihitung jam, tetapi semua bisa terungkap. Dari almarhumah dibuang dari atas tol, kemudian tidak membawa identitas, dengan sidik jari sudah terbongkar identitas almarhumah," kata Syamsudin.

Baca Juga: Polisi Sebut Sosok Tersangka Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Hanya Teman, Bukan Pacar

Bukan Pacar Korban

Paman korban juga menyebut tersangka Febry Ambon atau MF merupakan teman korban, tidak ada hubungan asmara di antara keduanya.

"Kalau pelaku dengan almarhum itu teman sekolah, berarti dia bukan pacar,” tegasnya.

“Sekali lagi, dia bukan pacar, dia cuma teman. Sama dengan saya, kalau ketemu teman sekolah, kalau reuni, ya namanya orang teman, komunikasi, terus nyambung," kata Syamsudin lagi.

Syamsudin memastikan korban Anggi tidak sedang memiliki masalah dengan pelaku. Syamsudin mengatakan korban dan pelaku merupakan teman lama.

"Jadi memang tidak punya masalah, saya yakin tidak ada masalah. Dan saya pastikan bahwa almarhum dengan pelaku bukan pacarnya,”katanya.

“Saya berani katakan karena anak ini saya yang didik, saya yang besarkan, dia adalah teman sekolahnya yang lama tidak pernah ketemu," kata Syamsudin.