POJOKSATU.id, YOGYAKARTA—Sosok dosen senior di Departemen Teknik Geodesi UGM, Subaryono, tak menyangka anaknya Arya Daru Pangayunan Diplomat Kemlu, pergi secepat itu.
Di usianya yang sudah sepuh, kematian Arya Daru yang tragis pada 8 Juli 2025 lalu membuatnya syok dan terpukul.
Subaryono bahkan sampai konsultasi ke psikolog sebelum berani bersuara sebulan sesudah penemuan jenazah anaknya di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dia mengatakan, kepergian Arya Daru merupakan pukulan yang membuatnya syok dan terpuruk hingga tidak berdaya.
Subaryono bahkan sampai melakukan konsultasi dengan ahli psikologi mengenai kasus yang menimpa keluarganya.
Baca Juga: Beku Cair
"Kebetulan saya kenal dengan Dekan Fakultas Psikologi dan beliau sangat terbuka," katanya dalam tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu (23/8).
Namun, Subaryono masih yakin bisa menghadapinya sendiri, dengan kekuatannya sendiri. Dia juga yakin rekan-rekannya akan mendukungnya menghadapi masalah ini.
Arya Daru Anak Tunggal
Bagi Subaryono, Arya Daru adalah anak tunggal yang kelahirannya selama ini sangat ditunggu-tunggu setelah istrinya beberapa kali keguguran. Mereka sampai jatuh secara mental karena kehilangan anak satu-satunya.
"Ini membuat kami betul-betul menangis, guncang, apa pun namanya di mana kami terpuruk di situ. Bagaimana kami harus bisa menghibur cucu-cucu kami, sementara kami juga merasa sesuatu yang hilang di sini," ujarnya.
Baca Juga: Akun Instagram dan Telepon Seluler Arya Daru Pangayunan Tiba-tiba Aktif Usai 40 Hari Meninggal
"Banyak banyak hal yang membuat kami menjadi syok, terpuruk, kemudian tidak berdaya," ujar Subaryono.
Subaryono bersaksi bahwa anaknya, Arya Daru, merupakan sosok pekerja keras, berkompeten, dan bertanggung jawab. Arya Daru juga memiliki tata krama yang bagus.
Hasil penyelidikan kepolisian yang menyebutkan Arya Daru meninggal karena bunuh diri membuatnya syok dan sulit menerima penjelasan polisi ini.
Dia meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi keadilan di kasus kematian anaknya.
Oleh karena itu, ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan Kapori dan Panglima TNI mengusut kematian anaknya.
"Kami mohon pada pimpinan negara ini, kami mohon kepada yang terhormat Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, kami mohon dengan rendah hati, setulus-tulusnya,”kata ayah Arya Daru, Subaryono, dalam konferensi pers di kediaman mereka di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (23/8).
Subaryono meminta Presiden Prabowo menginstruksikan dan menyampaikan kepada Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Luar Negeri, supaya segera bisa menjelaskan kepada mereka misteri kematian Arya Daru Pangayunan.***




