POJOKSATU.ID – Pertanian Indonesia tengah mengalami transformasi yang signifikan dengan munculnya generasi petani yang lebih muda dan adaptif terhadap teknologi.
Petani milenial, seperti yang terdefinisi dalam Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 4 Tahun 2019, adalah petani berusia 19-39 tahun atau petani yang terbuka terhadap inovasi teknologi.
Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, internet, telepon pintar, drone, hingga kecerdasan buatan (AI) semakin marak di kalangan petani.
Baca Juga: UPDATE! BPS Jakarta Rilis Data Kondisi Ketenagakerjaan Menunjukkan Tingkat Angkatan Kerja Naik!
Teknologi-teknologi ini memungkinkan petani untuk mengoptimalkan produksi, meningkatkan efisiensi, dan mengakses informasi yang lebih luas.
Berdasarkan data hasil Sensus Pertanian 2023, petani milenial di Indonesia mencapai angka yang cukup signifikan, yakni 6.183.009 orang atau sekitar 21,93% dari total petani.
Menariknya, tidak hanya petani milenial yang memanfaatkan teknologi, tetapi juga petani yang lebih tua.
Sebanyak 10.595.434 petani berusia di atas 39 tahun juga telah mengadopsi teknologi digital dalam kegiatan pertaniannya.
Baca Juga: Rekomendasi HP 5G Murah Terbaik di 2024: Performa Kencang, Harga Terjangkau!
Provinsi dengan petani milenial terbanyak di Indonesia adalah Provinsi Jawa Timur sebanyak 971.102 orang di Indonesia.
Kehadiran petani milenial membawa angin segar bagi sektor pertanian di Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap teknologi.
Petani milenial memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.***



