POJOKSATU.id - Ungkapan mengejutkan datang dari mantan Ketua KPK Abraham Samad setelah dirinya menghadiri pertemuan tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta.
Diskusi yang berlangsung hampir lima jam itu ternyata menyimpan momen yang membuat seluruh peserta terdiam dan atmosfir ruangan mendadak berubah serius.
Samad mengungkap bahwa dirinya diundang bukan sebagai tokoh politik, melainkan karena kapasitasnya sebagai mantan Ketua KPK.
Baca Juga: Banyak Gagal KIP Kuliah Gara-Gara Ini, Penghasilan Orang Tua Wajib Ditulis Rinci
Ia menyebut ada sekitar tujuh tokoh yang hadir, termasuk jajaran menteri hingga purnawirawan TNI.
“Jadi saya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK dan dalam pertemuan itu ada sekitar 7 orang ya diundang, saya lupa. Tapi kalau dari pemerintah yang hadir Presiden Pak Prabowo, Menlu Sugiono, Mensesneg, kemudian Pak Sjafrie sendiri,"
"dan ada 1 lagi Mayjen Purnawirawan Zacky Makarim, ya itu yang hadir ya yang saya ingat. Dan saya Profesor Dr Siti Zuhro dari BRIN dan ada lagi beberapa gitu ya, saya agak lupa,”
Baca Juga: Tak Sekadar Posyandu, Ini 6 Layanan Kesehatan Desa Sesuai SPM
kata Samad kepada pers dikutip pojoksatu.id dari detik (1/2/2025).
Menurut Samad, suasana awal pertemuan berjalan cair, penuh canda. Namun ketika Prabowo mulai memaparkan program besar pemerintah.
Terutama terkait penyelamatan sumber daya alam, diskusi berubah lebih dalam dan serius. Momen ini disebut Samad sebagai salah satu titik yang membuat ruangan mendadak hening.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Didominasi STEM hingga 80 Persen, Sosial Humaniora Tinggal 20 Persen
“Pak Prabowo lebih banyak santai kayak lepas dan sambil bercanda kan dia presentasi cukup lama juga tentang program."
"Jadi dia cukup mempresentasikan beberapa hal tentang penyelamatan sumber daya alam, terus program-program pemerintah, terus hasil forum ekonomi di Davos, Swiss, itu dia presentasikan."
"Jadi cukup lama Tapi sebenarnya itu singkat bagi kita karena kita nggak sempat makan malam,” ujar Samad.
Tak berhenti di situ, Samad juga menyampaikan kritik langsung mengenai pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Rincian Biaya Pengurusan Girik ke SHM
Ia menilai upaya selama ini tidak menyentuh akar persoalan dan harus merujuk standar internasional.
“Pertama saya bilang pemberantasan korupsi selama ini tidak menyentuh akar permasalahannya Yang kedua saya bilang berbicara IPK," "indeks persepsi korupsi, maka ada 4 hal yang harus diperhatikan kalau kita merujuk United Nations Convention Against Corruption, UNCAC,” ucap Samad.
Pengakuan Samad ini membuat publik menduga bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar diskusi biasa, melainkan pembahasan strategis yang berpotensi menentukan arah kebijakan besar pemerintah ke depan.***




