POJOKSATU.id – Sosok dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menjadi sorotan nasional setelah pemecatannya menuai perhatian publik.
Namun di balik polemik tersebut, muncul pertanyaan besar mengapa nama dr. Piprim begitu berpengaruh dalam dunia kesehatan anak Indonesia?
Jawabannya terletak pada perannya yang jauh melampaui ruang praktik klinis.
Baca Juga: 6 Inspirasi Outfit Bukber Wanita Hijab yang Elegan, Tampil Modis Tanpa Berlebihan
Dalam penelusuran redaksi, dr. Piprim bukan hanya dikenal sebagai konsultan jantung anak di RSCM.
Melainkan juga tokoh yang berada di garis depan penyusunan kebijakan medis anak.
Dikutip POJOKSATU.id dari Liputan6, ia terlibat dalam berbagai pedoman klinis mulai dari tata laksana penyakit jantung bawaan hingga rekomendasi imunisasi.
Baca Juga: Viral di X, Ini Kronologi Perang Digital KNetz vs Asia Tenggara: dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme
Perannya sebagai pengajar senior FKUI–RSCM membuatnya menjadi rujukan banyak dokter muda dalam memahami standar kedokteran anak.
Keterlibatannya dalam pendidikan dokter spesialis menempatkannya pada posisi strategis.
Dikutip POJOKSATU.id dari Kontan, dr. Piprim tercatat aktif merancang kurikulum dan membimbing residen serta calon konsultan jantung anak.
Keaktifannya dalam pendidikan inilah yang membuat posisinya memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas SDM medis di Indonesia.
Tidak hanya itu, kiprahnya dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjadikannya figur sentral dalam pengambilan keputusan ilmiah.
Selama menjabat sebagai Ketua Umum IDAI, ia terlibat dalam penyampaian sikap organisasi terhadap isu-isu nasional.
Mulai dari kebijakan imunisasi hingga standar rumah sakit ramah anak.
Banyak keputusan strategis IDAI yang menggambarkan pendekatan ilmiah yang ia dorong selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Viral di X, Ini Kronologi Perang Digital KNetz vs Asia Tenggara: dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme
Kontribusinya di ruang publik juga patut dicatat.
Dikutip POJOKSATU.id dari Suara.com, dr. Piprim sering hadir sebagai pembicara dalam seminar nasional untuk mendorong pemahaman masyarakat tentang kesehatan anak, nutrisi, dan pencegahan penyakit.
Aktivitas ini membuatnya dikenal luas, bukan hanya di kalangan tenaga medis tetapi juga di tengah keluarga muda dan komunitas kesehatan.
Dengan rekam jejak seluas itu, wajar jika pemecatannya menimbulkan pertanyaan besar di kalangan profesional.
Baca Juga: Viral di X, Ini Kronologi Perang Digital KNetz vs Asia Tenggara: dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme
Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi berkaitan dengan figur penting yang selama ini ikut membentuk wajah kesehatan anak Indonesia.
Hingga kini polemik belum mereda, tetapi satu hal tampak jelas peran dr. Piprim dalam dunia kesehatan anak telah meninggalkan jejak kuat.
Serta pengaruhnya masih dirasakan di berbagai lini pendidikan, kebijakan, dan pelayanan medis.***




