POJOKSATU.ID- Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menyebutkan evakuasi badan dua pesawat tempur EMB-314 Super Tucano diharapkan terangkut semuanya dalam waktu sepekan ke depan dengan cara dipotong-potong.
Dirinya mengatakan saat ini proses evakuasi bangkai pesawat masih berlangsung, tetapi prosesnya terkendala cuaca buruk dan lokasi jatuhnya pesawat di ketinggian, yaitu sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Walaupun demikian, Agung saat memberikan informasi terbaru mengenai evakuasi pesawat di Malang, Jawa Timur, Minggu, menyebut tim dari TNI AU tidak mengerahkan helikopter untuk evakuasi karena faktor lokasi dan cuaca.
Baca Juga: Sentil Banyaknya Rekan Artis yang Tak Terima Kemenangannya atas Jefri Nichol, El Rumi : Aku Enggak Punya Teman, Hanya Keluarga
"Pesawat dipotong-potong beberapa bagian agar mudah diangkut melalui jalan darat, karena jalan udara dengan helikopter tidak menjadi opsi," kata Kadispenau.
Terlepas dari kesulitan itu, Agung memperkirakan proses angkut bangkai pesawat dari lokasi jatuhnya di lereng Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, menuju Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh rampung dalam waktu sepekan ke depan.
"Diharapkan, dalam waktu seminggu ke depan sudah bisa diangkut seluruhnya," katanya dikutip antara.
Baca Juga: Segera Daftar Beasiswa S1 Hingga S3 Turkiye Burslari Scholarship 2024 dengan Uang Saku Besar, Siapkan Persyaratan Ini!
Untuk diketahui lokasi jatuhnya dua pesawat tempur TNI AU itu berada di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Semeru, yang medan-nya terjal serta berbukit.
Tim investigasi dari Pusat Kelaikan dan Keselamatan Terbang Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau) bersama Skadron Teknik (Skatek) Lanud Abdulrachman Saleh berhasil tiba lokasi pada Jumat (17/11).
Di tempat jatuhnya dua pesawat, yang berada di dua lokasi berbeda, tim investigasi telah mengamankan data-data, serta perangkat VDR/NCDC (video data recorder/network centric data cartridge) dari dua pesawat tersebut.
Perangkat-perangkat itu yang menyimpan data-data teknis pesawat sekaligus rekaman video sekitar pesawat saat terbang.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan, Segera Daftar Program Beasiswa 2024 Untuk Kuliah S1 Dalam Negeri, Cek Link Pendaftaran di Sini!
Akan tetapi, Agung menjelaskan tim investigasi membutuhkan waktu untuk mendapatkan data lengkap dari perangkat yang memuat data teknis pesawat (flight data recorder).
"Meskipun NCDC bisa dibaca, tetapi khusus flight recorder dari pesawat harus dikirim terlebih dahulu ke luar negeri untuk dibaca. Untuk itu, kita perlu waktu untuk menganalisis karena harus dikirim dulu," ujar Agung Sasongkojati.
Pesawat tempur EMB-314 Super Tucano TNI AU dibuat oleh Embraer Brazil yang jenisnya termasuk pesawat latih lanjut berkemampuan COIN (counter-insurgency) atau pesawat anti-perang gerilya.
Baca Juga: Cara Membuat Sambal Bawang Awet, Bisa untuk Stok di Rumah sebagai Teman Makan yang Selalu Siap Santap
Seperti diketahui, dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU jatuh di lereng Gunung Bromo, kawasan Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Semeru, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11), saat mereka menjalani sesi profisiensi latihan formasi bersama dua pesawat tempur Super Tucano lainnya. ***



