POJOKSATU.id - BMKG menyatakan bahwa gelombang panas tidak menyebabkan udara panas baru-baru ini di Indonesia.
Guswanto dari BMKG Jakarta menyatakan bahwa fenomena ini tidak dapat disebut sebagai heatwave berdasarkan statistik suhu yang diamati.
Suhu di sebagian besar Indonesia naik lima derajat di atas rata-rata harian selama 24 jam terakhir, tetapi tidak mencapai gelombang panas.
Baca Juga: Timnas Indonesia U23 Disikat Irak 1-2, Tiket Olimpiade Paris 2024 Tertunda
Peningkatan suhu ini terpantau di beberapa wilayah.
1. Jayapura, Papua (35,6 derajat Celsius)
2. Surabaya, Jawa Timur (35,4 derajat Celsius)
3. Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 derajat Celsius)
4. Pekanbaru-Melawi, Kalimantan Barat
5. Sabang, Aceh
6. DKI Jakarta (34,4 derajat Celsius)
Meskipun demikian, Guswanto menegaskan bahwa peningkatan suhu ini memiliki perbedaan dengan yang dialami oleh beberapa negara Asia lainnya.
Baca Juga: Sapa Warga Mataram, Jokowi Berbaur Menikmati Makan Malam Bareng Pengunjung
Guswanto menjelaskan bahwa peningkatan suhu di Indonesia adalah akibat dari gerak semu matahari, yang merupakan fenomena alami.
BMKG melihat ini sebagai siklus tahunan yang biasa, sehingga peningkatan suhu seperti ini dapat terjadi kembali setiap tahun.
BMKG merekomendasikan membatasi waktu di bawah sinar matahari (10.00 - 16.00 WIB) dan gunakan tabir surya SPF 30+ setiap dua jam.***



