POJOKSATU.id - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) angkat bicara lewat klarifikasi di laman resminya, Senin, 15 Juni 2026, terkait tudingan televisi nasional tidak memberitakan demonstrasi mahasiswa pada 12 Juni 2026 lalu.
KPI menegaskan berdasarkan hasil pantauan dan monitoring KPI terhadap konten siaran televisi nasional, setidaknya terdapat sembilan televisi yang telah memberitakan demonstrasi tersebut, yaitu BTV, CNN Indonesia, Metro TV, iNews, TVRI, Trans 7, Kompas TV, Garuda TV, dan TV One.
Komisioner KPI Pusat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Tulus Santoso menegaskan bahwa tudingan kooptasi media massa oleh pemerintah agar tidak meliput demonstrasi tidak berdasar.
Baca Juga: Tragis, Guru PPPK SD di OKU Selatan Meregang Nyawa di Tangan Siswi SMP Berusia 16 Tahun
“Pernyataan bahwa tidak ada televisi nasional yang memberitakan demonstrasi mahasiswa adalah tidak akurat. Pantauan kami menunjukkan setidaknya sembilan televisi telah meliput peristiwa tersebut,” jelas Tulus.
Diungkapkannya, regulator seperti KPI dan pemerintah khususnya Kementerian Komdigi tidak memiliki kewenangan untuk mendikte atau mengarahkan konten pemberitaan media.
"Media memiliki dewan redaksi dan kebijakan editorial masing-masing yang bersifat independen,” tugasnya.
Sebagai regulator penyiaran, KPI Pusat senantiasa menghormati prinsip kebebasan pers dan berkomitmen menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.
Baca Juga: Ambil Sumpah ASN di Pedesaan, KDM Tekankan Pentingnya Melayani Masyarakat hingga Pelosok
KPI juga mendorong seluruh lembaga penyiaran untuk terus menyajikan informasi yang faktual, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.
Dia menyebutkan, KPI akan terus melakukan pemantauan secara rutin terhadap isi siaran televisi dan radio guna memastikan pemenuhan standar penyiaran yang beretika dan berkualitas.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam BEM akan melaksanakan aksi demonstrasi hari ini, Jumat, 12 Juni 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Aksi BEM UI ini mengusung tajuk "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat sekaligus menarik perhatian pemerintah.
Baca Juga: Temui Prabowo di Hambalang, Menkeu Purbaya Akui Bahas Kondisi Ekonomi
Aksi ini menuntut lima hal yaitu, Stop atau menghentikan pemborosan APBN; Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM; Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; Menghentikan militerisme di ranah sipil.
Kemudian, tuntutan mahasiwa yang kelima adalah meminta pemerintah mengakui kesalahan dan tidak menghindari kritik publik. ***



