POJOKSATU.ID - Warga Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengeluhkan kondisi desa mereka yang hingga kini masih terisolasi pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Lebih dari satu bulan berlalu, akses utama berupa jembatan penghubung belum juga pulih, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Kondisi ini memaksa warga mengambil langkah nekat. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, mereka berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya dengan menyewa alat berat.
Baca Juga: Viral! Wanita di Jeneponto Mengaku Tak Mampu Bayar Utang, Siap Diproses Polisi
Ironisnya, upaya tersebut justru meninggalkan beban baru karena dilakukan dengan cara berutang.
“Karena pemerintah tidak bisa mengejar kemari, maka kami berinisiatif menyewa beko. Dalam keadaan BBM mahal, solar seliter Rp40.000 kali tiga drum.Kami berutang sama orang,” ujar Alimin, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (3/1/2026).
Upaya warga tersebut sempat memberi harapan. Jembatan darurat berhasil dibangun untuk sementara waktu agar roda perekonomian kembali bergerak.
Baca Juga: Dunia Pendidikan Disebut Tak Baik-baik Saja, Isu Guru Honorer Dirumahkan Picu Keprihatinan
Namun harapan itu kembali pupus setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan merusak total jembatan yang baru saja diperbaiki.
Menurut Alimin, pada 2 Desember 2025, luapan sungai menghantam pondasi jembatan hingga ambruk.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian.
Baca Juga: VIRAL! Seusai Dilantik, ASN Sawer Uang Rp100 Ribuan hingga Bikin Netizen Geram
“Pondasi jembatan sudah dimakan air. Sekarang kami benar-benar terputus,” katanya.
Alimin mengungkapkan, terdapat 47 kepala keluarga di satu dusun yang terdampak langsung banjir bandang.
Selain terisolasi, warga juga kehilangan sumber penghidupan karena kebun mereka rusak parah diterjang arus sungai.
Baca Juga: Ribuan ASN dan PPPK Pamekasan Belum Digaji, BPKPD Sebut Disdikbud Belum Ajukan
“Kebun kami habis di aliran sungai. Kanan kiri habis semua. Kami tidak bisa berusaha lagi, rumah juga kena banjir,” ungkapnya dengan nada getir.
Lebih menyedihkan lagi, hingga kini warga mengaku belum pernah dikunjungi oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.
Bantuan uang kebersihan pascabencana pun disebut belum pernah diterima oleh warga Kampung Gemboyah.
Dalam curahan hatinya, Alimin menyampaikan permohonan terbuka kepada pemerintah pusat dan daerah agar segera turun tangan membantu warganya yang kini berada dalam kondisi sulit.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden, Gubernur Aceh, Pak Bupati Aceh Tengah. Tolonglah Pak Bupati, jangan nangis-nangis saja. Kami masyarakat di sini yang benar-benar nangis,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang kuat dan tahan bencana.
Baca Juga: Regulasi Jelas! PPPK Paruh Waktu Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13, Segini Besarannya
Tanpa akses jalan, kehidupan masyarakat Kampung Gemboyah kian terpuruk dan masa depan ekonomi mereka terancam.***




