POJOKSATU.id, INDRAMAYU—Polres Indramayu menepis simpang siur yang berkembang di masyarakat terkait pelaku pembunuhan keluarga H Sahroni sudah ada yang ditangkap.
Menurut Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, kasus ini belum mengerucut ke pelaku dan proses penyidikan masih berlangsung.
Pihak Polres Indramayu belum mengamankan satu orang pun pelaku dalam kasus ini hingga Minggu (7/9/2025).
"Sampai saat ini belum ada yang kami amankan," kata Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, Minggu.
Pihak kepolisian juga membantah adanya warga Perumahan Pepabri, Desa Terusan, Kecamatan Sindang, yang diamankan tekait kasus pembunuhan H Sahroni ini.
Baca Juga: Usai Tampar Murid di Sekolah, Kepsek SDN 086 Dalan Lidang Sebut Hal Itu Sentuhan Spontan
Selain itu, ia meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi berita yang simpang-siur dan tidak bersumber dari kepolisian.
Selagi belum ada keterangan resmi dari kepolisian, kata dia, berarti kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Maka penting bagi masyarakat untuk menunggu rilis resmi dari pihak kepolisian.
"Mohon doanya, kami masih, sedang dan terus melakukan upaya, untuk keterangan resmi akan dirilis oleh kami, selain itu kami tidak bertanggung jawab, terima kasih," ungkapnya.
Berita sebelumnya, Ketua RT 025 Perumahan Pepabri Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Agus Yulianto, Minggu (7/9) mengatakan, usai peristiwa pembunuhan keluarga Sahroni di Paoman, tercatat tiga warga di lingkungan RT-nya yang tidak diketahui keberadaannya.
Baca Juga: Hingga Kini Ketakutan, Penyapu Jalan Lihat Diduga Pelaku Pembunuhan Masuk ke Rumah Sahroni Indramayu
Informasi yang diterima dari orangtua yang kehilangan anaknya, tiga warga Perumahan Pepabri ini dibawa polisi sejak Selasa lalu (2/9), bersama satu orang rekan mereka.
Hanya saja, terkait tidaknya dengan kasus pembunuhan di Kelurahan Paoman tersebut, pihaknya belum mengetahuinya karena pada saat dibawa oleh polisi tidak ada pemberitahuan kepada RT.
Agus Yulianto dilansir dari Instagram @indramayuterkini, menjelaskan, orangtua dari tiga warga yang dijemput polisi ini belum diperkenankan menengok anaknya yang informasinya berada di Polres Indramayu.
Terkait adanya informasi dugaan ada warganya yang terlibat dalam aksi pembunuhan sadis di Kelurahan Paoman, Ketua RT menyerahkan proses hukumnya ke polisi.
“Kami tetap menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” kata Ketua RT Agus Yulianto
Warga meminta agar ada keterangan dan informasi resmi dari pihak kepolisian terkait hilangnya sejumlah warga di kompleks Pepabri tersebut.***




