POJOKSATU.id, SIBOLGA—Jenazah anak 12 tahun korban longsor Kota Sibolga, Sumut, akhirnya ditemukan tim gabungan tepat sebulan kurang 2 hari usai bencana longsor, Selasa (25/11).

Jenazah anak bernama Sofia Anggraini ini ditemukan di belakang Masjid Budi Sehati, Jalan SM Raja, Pancuran Gerobak, Sibolga Sambas, Selasa (23/12) pukul 15.00 WIB.

Dengan ditemukannya Sofia, jumlah total korban meninggal longsor Sibolga mencapai 55 orang.

Proses evakuasi dilakukan secara manual sejak pukul 09.00 WIB mengingat lokasi yang berada di area permukiman padat serta untuk menghindari risiko longsor susulan.

Baca Juga: Nyaris Bangkrut, PLTSa Benowo Diselamatkan Menkeu Lewat Suntikan Dana Rp120 Miliar

Momen ditemukannya Sofia menjadi bukti nyata keseriusan Pemko Sibolga yang tidak menyerah pada batas standar waktu pencarian.

Sebagaimana diketahui, standar operasional prosedur (SOP) pencarian korban bencana umumnya dilakukan hingga hari ke-7 atau ke-10.

Namun demikian, Pemko Sibolga tetap menginstruksikan agar proses pencarian dilanjutkan secara intensif hingga hari terakhir masa tanggap darurat, yakni 23 Desember 2025.

Baca Juga: Formasi Banyak Tapi Pelamar Sedikit, Ini 15 Instansi Sepi Peminat CPNS 2026

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, jajaran OPD, serta relawan yang masih melakukan penyisiran, mencurigai adanya tanda-tanda keberadaan korban di salah satu sektor yang cukup sulit dijangkau.

“Dengan kehati-hatian tinggi, tim akhirnya berhasil mengevakuasi jasad almarhumah Sofia,” ujar Pemerintah Kota Sibolga pada akun resmi Facebooknya, Selasa (23/12).

Usai ditemukan, jenazah Sofia telah dievakuasi untuk dilakukan proses identifikasi dan pemulasaraan lebih lanjut, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

“Dengan ditemukannya korban terakhir ini, maka seluruh korban bencana tanah longsor di Kota Sibolga telah berhasil dievakuasi," ujar akun ini.

“Selanjutnya, Pemko Sibolga akan memfokuskan upaya pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta pemulihan psikologis bagi keluarga korban,” kata akun ini lagi.***