POJOKSATU.id, BALI— Kasus kematian mahasiswa semester tujuh jurusan Sosiologi FISIP Universitas Udayana (Unud) Bali masih menarik perhatian publik.

Hingga kini, polisi belum berani menyimpulkan jika Timothy Anugerah Saputra meninggal karena bunuh diri dari lantai 4 gedung FISIP Unud.

Di balik kematiannya, sejak kecil Timothy ternyata jago Bahasa Inggris sebab bersekolah di sekolah internasional.

Dia bahkan harus les Bahasa Indonesia dulu biar bisa Bahasa Indonesia dengan baik di masa kecilnya.

Baca Juga: Selama 5 Bulan Terakhir Timothy Anugerah Ternyata Tinggal Bersama Ibu di Bali, Ayah di Bandung

Lukas Triana Putra, ayah Timothy, Senin (20/10) menceritakan kondisi Timmy, sapaan akrab Timothy, yang sempat terlambat berbicara saat kecil.

Dimana Timmy baru bisa bicara di usia 3 tahun karena telinganya sempat tersumbat.

Setelah dibawa ke dokter, masalah tersebut selesai dan Timmy pun bisa bicara dan mendengar dengan baik hingga dewasa.

Lukas juga menceritakan kalau Timmy sejak kecil sudah lancar berbahasa Inggris disebabkan memulai pendidikannya di sekolah internasional di Bandung.

Hal itu membuatnya lebih terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sejak kecil.

Baca Juga: Di Balik Tetes Kemurnian Air Aqua, Terdapat Peluh Supir Truk di Subang yang Dibayar Murah

“Kita masukkan ke sekolah internasional, jadi dia lebih menguasai bahasa Inggris dibanding Indonesia,”kata Lukas di tayangan KompasTV menceritakan anak semata wayangnya ini.

“Kelas 3 dan 4 kita pindahkan ke sekolah lokal yang holistik. Dari situ kita pun mendampingi dengan les bahasa Indonesia agar bahasa Indonesianya bisa lancar," katanya lagi.

Menurutnya, dalam setiap postingan video Timmy, dia berbicara bahasa Indonesia yang baku. Hal itu tidak terlepas dari masa kecilnya yang bersekolah di sekolah internasional.

"Jadi kalau bisa dilihat bahasa Indonesianya baku sekali, jadi kesannya banyak yang bully ngelihat anak saya kayak anak kecil cara bicaranya. Karena dari kecilnya memang seperti itu," katanya.

Nama Ig Milik Timothy

Timothy juga memiliki akun Ig (Instagram) @_8_11_timothyanugerah. Namun dalam postingannya terlihat sudah lama.

Terakhir Timothy memposting pada 10 Oktober 2023 lalu ketika dia melakukan kunjungan ke salah satu lokasi tempat pengolahan sampah (TPA) di Sanur Bali.

“Sabtu lalu saya dan sesama mahasiswa pergi ke tempat sampah. Kami mempelajari banyak hal dari teknik yang digunakan untuk mengolah beraneka jenis sampah sampai persoalan adminstratif yang muncul antara pemerintahan kota dengan pemerintahan desa,” katanya dalam narasi video itu.

“Saya Timothy Anugerah Saputra dari Program Studi Sosiologi Udayana siap bergerak. Bersama, peduli sampah,” katanya lagi.

Ada 12 postingan di Ig milik Timothy Anugerah ini. Namun pengikutnya lumayan banyak yaitu 3.515 orang.***