POJOKSATU.ID - DPR RI resmi mengetok palu pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna pada Selasa, 29 September 2026.

Keputusan penting ini menetapkan arah kebijakan keuangan serta alokasi anggaran untuk berbagai kementerian dan lembaga negara sepanjang tahun anggaran 2027.

Menariknya, sejumlah instansi pemerintah dipastikan bakal mengelola dana fantastis yang nilainya menembus angka lebih dari Rp100 triliun.

Badan Gizi Nasional (BGN) secara mengejutkan menduduki posisi puncak sebagai penerima alokasi dana terbesar dalam RAPBN 2027 kali ini.

Baca Juga: Dolar Ditarget Rp17.500, Ini Detail Angka RAPBN 2027 yang Jadi Bagian Strategi Fiskal Pemerintah

Lembaga tersebut mencatatkan nilai alokasi anggaran yang sangat signifikan, yakni mencapai angka fantastis sebesar Rp240,2 triliun.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengekor di posisi kedua dengan total dana anggaran sebesar Rp189 triliun.

Anggaran Kemenhan tersebut nantinya akan dibagikan secara merata ke lima lembaga inti, termasuk Markas Besar TNI beserta tiga matra angkatan.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga tidak ketinggalan mengamankan posisi tiga besar dengan alokasi mencapai Rp139,19 triliun.

Baca Juga: Anggaran RAPBN 2027 Rp4.097 Triliun, BGN Dapat Porsi Terbesar Rp240,2 Triliun

Sektor pembangunan infrastruktur publik lewat Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) turut mengantongi dana sebesar Rp114,59 triliun.

Kementerian Sosial (Kemensos) menempati deretan instansi dengan dana ratusan triliun melalui suntikan anggaran bernilai Rp107,20 triliun.

Tidak mau kalah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengunci daftar instansi penerima di atas seratus triliun dengan alokasi sebesar Rp102,12 triliun.

Di luar jajaran penerima ratusan triliun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dialokasikan anggaran bernilai Rp89,1 triliun.

Kementerian Agama (Kemenag) melengkapi daftar papan atas ini dengan besaran anggaran yang diterima mencapai angka Rp87,66 triliun.

Pengesahan anggaran belanja bernilai sangat masif ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi nasional secara optimal sepanjang tahun 2027 mendatang.***