POJOKSATU.ID- Kawasan wisata Pantai Ancol Jakarta mengalami banjir rob, hal ini membuat masyarakat khawatir tembok pembatas akan jebol.

Dikutip akun instagram @medsos_rame mengabarkan kejadian langka ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta pun mengeluarkan peringatan dini banjir rob di sepuluh wilayah pesisir hingga 20 Desember 2024.

“Air laut semakin meninggi, warga merasa was-was,” ungkap akun Instagram @medsos_rame dikutip pada Senin (16/12/2024). Hingga berita diturunkan, postinganini sudah mendapat 2.168 like dan ratusan komentar.

Banayak warganet menuding pembangunan pesisir Jakarta yang kian massif dan gaya hidup Masyarakat yang tidak sadar lingkungan menjadi biang kerok banjir rob.

Baca Juga: Detik-detik Anak Bos Toko Roti George Sugama Halim Digeruduk Polisi, Pelaku Ternyata Sempat Melarikan Diri

Tak sedikit pula yang menyatakan sudah saatnya ibu kota negara pindah ke IKN.

Terkait fenomena ini, Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji mengatakan peringatan banjir rob ini sebagai tindak lanjut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Peringatan dini banjir pesisir (rob) tanggal 11-20 Desember 2024, akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (jarak terdekat bumi-bulan),” jelas Isnawa Adji dalam keterangan baru-baru ini.

Lebih lanjut Isnawa Adji mengungkapkan, fenomena itu berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

Adapun 10 wilayah pesisir utara Jakarta yang dimaksud, antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru dan Muara Angke.

Baca Juga: Kondisi Membaik, Adi Sihotang Beberkan Kronologis Percobaan Gantung Diri, Peserta Audisi Indonesian Idol Itu Imbau Jangan Ditiru

“Pantau informasi terkini mengenai gelombang air laut pada laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut,” ujarnya.

Dia mengimbau warga yang tinggal di 10 wilayah pesisir tersebut agar dapat melakukan antisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir.

“Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112,” tukasnya. ***