POJOKSATU.id, JAKARTA—Teman-teman kampus Presiden ketujuh Jokowi di Universitas Gajah Mada (UGM) akhirnya bermunculan memberikan pembelaan.

Ada tiga orang teman Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM yang memberikan pembelaan kepada Presiden RI ketujuh tersebut yaitu Andi Pramaria, Mustoha Iskandar dan Frono Jiwo.

Andi Pramaria merupakan mantan Kadis Kehutanan NTB, Mustoha Iskandar merupakan Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero), Frono Jiwo merupakan Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara XIV.

Andi Pramaria menegaskan bahwa ia dan Jokowi menempuh kuliah di UGM.

Baca Juga: Anggap Ada Misi Politik Terselubung, Koalisi Ojol Nasional Tak Ikut Demo Besok 20 Mei

"Kalau dibilang Pak Jokowi benar nggak kuliah di UGM? Betul! Wisuda juga, karena itu memang bareng sama saya," kata Andi, dikutip dari tayangan kanal YouTube Kompas TV, Minggu (18/5/2025).

"Pengumuman penerimaannya juga ada. Jadi gimana, apa lagi yang diragukan?" imbuh Andi Pramaria.

Mustoha Iskandar juga memastikan Jokowi adalah mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980-1985.

"Saya melihat, mendengar, berinteraksi langsung dengan Mas Joko Widodo ya, sejak sama-sama masuk di tahun 1980, sampai 1985 beliau lulus," kata dia, dikutip dari YouTube tvOneNews, Sabtu (17/5/2025).

Baca Juga: Kader PSI Dian Sandi Ungkap Alasan Posting Ijazah Asli Jokowi di Medsos, Sumbernya Ternyata Teman

Mustoha mengatakan, tudingan ijazah palsu tersebut hanya karangan.

"Ya, saya juga enggak ngerti itu. Ya, itu saya kira ngarang aja itu ya. Saya ini saksi fakta ya. Saksi fakta artinya yang menyaksikan, bukan sekadar katanya-katanya gitu," katanya lagi.

Mustoha juga menegaskan dirinya sebagai saksi Jokowi lulus kuliah di UGM pada 1985.

"Saya menyaksikan biasanya kalau di Kehutanan itu kalau ada yang lulus teman-temannya kita ramai-ramai ngumpul, ditraktir-lah. Sehingga saya sempat menyaksikan beliau lulus tahun '85, karena saya belakangan lulusnya tahun '86," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Frono Jiwo.

"Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980," ujarnya, dikutip dari ugm.ac.id.***