POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok Kolonel Cpl Antonius Hermawan ST MM yang gugur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata teman satu letting Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi.

Kapuspen TNI dan Kepala Gudang Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) Kolonel Antonius Hermawan merupakan alumni Akmil 1997.

Sebagai alumni Akmil 1997, teman-teman dari Kolonel Antonius yang gugur akibat ledakan amunisi kedaluwarsa ini ternyata sudah banyak yang meraih pangkat jenderal.

Adapun alumni Akademi Militer 1997 yang sudah menyandang pangkat jenderal antara lain Mayjen Rudy Saladin (mantan Setmilpres era Jokowi), Mayjen Achiruddin Darojat, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi (Raih Mayjen Kamis 8 Mei 2025).

Baca Juga: Pasca Insiden Ledakan Amunisi di Garut, Kadispenad Sebut Kemungkinan Masih Ada Peledak Berbahaya di Lokasi Kejadian

Kemudian Brigjen Edwin Adrian Sumantha, Brigjen Yudha Airlangga, Brigjen Benyamin, Brigjen Adek Chandra Kurniawan, Brigjen Riksani Gumay.

Kemudian Brigjen Agus Isrok Mikroj (anak mantan KSAD), Brigjen Jamaluddin, Brigjen M Andy Kusuma, Brigjen Ahmad Fikri Musmar, Brigjen Krido Pramono, Brigjen M Tohir, Brigjen Tugino, Brigjen Putra Widyawinaya, Brigjen Benny Mutiha, Brigjen Maychel Asmi.

Sosok Kolonel Antonius Hermawan pernah menjabat sebagai Kapaldam XVI/Pattimura.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kasubbag Pampersmat Bagpam Roum Setjen.

Kolonel Antonius menikah dengan Ira Antonius.

Sebagai alumni Akmil 1997, mereka dikenal sebagai angkatan Bataliyon Wirasakti.

Baca Juga: Menelisik Sosok Dearly Desiana: Pengusaha Kuliner yang Curi Perhatian Saat Datang Bersama Ari Lasso di Nikahan Luna Maya

Gugur di Garut Jawa Barat

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan ada empat prajurit TNI AD yang gugur di Kabupaten Garut saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI AD.

Mereka antara lain Kepala Gudang Puspalad Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, serta Pratu Aprio Setiawan.

Keempat prajurit ini akan disemayamkan di Kantor Puspalad Matraman Jakarta Timur.

Sedangkan 9 warga sipil yang meninggal dunia akan dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan, dibantu oleh aparat terkait.

Baca Juga: Talaga Langit, Jadi Destinasi Wisata Favorit dengan View Alam dan Banyak Spot Selfi

Kapuspen juga menyebut mereka akan menyelidiki penyebab ledakan yang menyebabkan 4 anggota TNI gugur dan 9 warga sipil tewas di lokasi pemusnahan.

"Nanti kita lihat kenapa hal ini bisa terjadi. Apakah setelah ledakan pertama dianggap sudah selesai, ternyata masih ada munisi yang belum meledak atau karena belum terdetonasi sehingga bisa menimbulkan adanya susulan, setelah mungkin kepala gudangnya mendekat, masyarakat mendekat," tuturnya.

"Ini nanti kita akan dalami kenapa hal itu bisa terjadi. Kepala gudangnya kan juga ikut gugur dalam peristiwa ini," tegas Kristomei.

Kristomei menegaskan lokasi pemusnahan amunisi TNI yang tidak layak pakai itu sudah sesuai aturan.

Lahan tersebut milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut yang memang selama ini dipakai untuk pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI AD.***