POJOKSATU.id, BOGOR-- Usai viral di media sosial (medsos) Twitter atau X, satu per satu teman kerja Dokter Qory memberi kesaksian.

Pemilik akun @gudbaybambina menjelaskan bahwa tahun sebelumnya, Dokter Qory mengalami keguguran dan sering izin sakit hingga tidak bekerja diduga akibat tekanan suaminya, Willy Sulistio.

Menurut akun tersebut, Dokter Qory dikenal baik dan lembut. Namun sering mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari suaminya yang mengarah para KDRT.

“Sedih liat berita ini tapi gak heran. dokter qory adalah temenku, pernah setempat kerja. beliau orang yang baik dan lembut, dan aku tau banget suaminya seperti apa. dokter qory semoga baik-baik aja dimanapun berada,” tulis @gudbaybambina.

Baca Juga: Suami Dokter Qory Ditetapkan Status Tersangka Dugaan KDRT, Ini Kata Kapolres Bogor

Lanjut, di tulisan selanjutnya @gudbaybambina menjelaskan beberapa perlakuan suami Dr Qory yang mengarah para abusive (kasar).

 Ia juga meyakini bahwa bukan hanya dirinya yang mengetahui hal tersebut melainkan beberapa rekan kerja lainnya.

 “Suaminya memang abusive, bahkan dia tidak malu untuk marahin istrinya di depan orang lain. saya saksi selama satu tempat kerja dengan beliau. pernah suatu hari suaminya nyusulin ke tempat kerja, dia marah-marah sampe teriak. Bayangin di tempat istri nya sedang cari nafkah,” jelasnya.

Baca Juga: Keluarga Shintia Indah Beri Kesaksian Adiknya Sudah Foto Prewedding dengan Perwira Polisi, Tak Yakin Bunuh Diri

Pemilik akun @gudbaybambina juga menjelaskan bahwa di tahun sebelumnya Dokter Qory mengalami keguguran dan sering izin sakit hingga tidak bekerja, diduga akibat tekanan dari suaminya.


“Tahun lalu Dokter Qory pernah hamil sampai keguguran. Bayangkan dia seorang dokter yang membantu orang lain untuk sembuh. tapi dia sering sakit, sangat sering sakit dan izin ga masuk kerja, chatnya masih ada,” ujarnya.

@gudbaybambina dengan tegas menuliskan bahwa Dokter Qory yang ia kenal merupakan tulang punggung keluarga sekaligus ibu rumah tangga yang dikenal baik serta penuh kerja keras.

“Saya sebagai teman kerjanya, sedikit banyak mengetahui bahwa banyak sekali beban yang dia tanggung, dia sebagai tulang punggung keluarga, bekerja di beberapa tempat, berperan sebagai ibu rumah tangga, dan menafkahi keluarga dan juga suaminya yang abusive dan tidak memiliki pekerjaan!,” tegas teman dokter Qory memberikan kesaksian.***