POJOKSATU.ID- Pasca ditemukan tewas Bernadette Caroline Angelica Harianto, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) polisi masih menelusuri penyebabnya.

Selain mengusut otentisitas surat wasiat yang ditinggalkan Caroline, sapaan korban, polisi melacak tabung gas helium yang diduga menjadi penyebab tewasnya asisten dosen itu.

Salah satu yang kini disorot polisi adalah rekaman CCTV di Apartemen Praxis, Surabaya.

Baca Juga: Wajib Coba! Rekomendasi Makanan Jadul yang Masih Eksis di Bogor, Rasanya Bikin Candu

Polisi telah mengantongi rekaman video saat Caroline baru keluar dari unit apartemen, lalu berjalan menuju lift, di dalam lift, hingga ketika naik mobil dan keluar dari gedung apartemen.

"Kami akan mencoba mendalami rekaman CCTV yang terdapat di apartemen korban", kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro kemarin (7/11).

Dia menuturkan, berdasar rekaman CCTV, korban terlihat keluar kamar apartemennya pada Sabtu (4/11) pukul 15.00. Sejak itu pula, keberadaan Caroline tidak terpantau. Posisinya baru diketahui saat mobilnya ditemukan petugas sekuriti kompleks pertokoan di Tambakoso, Waru, Sidoarjo, pada Minggu (5/11) pukul 06.45 WIB. Di dalam mobil itulah, jenazah Caroline ditemukan dengan kepala terbungkus kresek putih.

Baca Juga: Simak Jadwal Lengkap dan Lokasi Stadion Piala Dunia U17 2023

Dalam rekaman CCTV terlihat Caroline keluar dari kamarnya dengan mengenakan setelan kaus putih, celana joger kargo krem, sandal selop putih, dan tes selempang warna krem. Tangan kirinya terlihat menenteng jaket biru. Sejak keluar kamar hingga di depan lift, tangan kanan Caroline terlihat sibuk dengan HP-nya.

Pada pukul 15.05, Caroline keluar dari gedung apartemen dengan mobil Honda Jazz hitam bernopol AG 1484 BY. Korban berada di area parkir basemen sekitar 10 menit. Namun, polisi tidak menemukan CCTV di lokasi tersebut. ’’Belum didapatkan,’’ kata Kusumo.

Bagaimana dengan rekaman CCTV di tempat meninggalnya Caroline? Kusumo menuturkan bahwa CCTV di sekitar lokasi kejadian masih didalami.

Baca Juga: Tanggapi Isu Miring Tentang Gender, Kopri PMII UIKA Angkat Suara: 2023 Tolak Peran Ganda

Mengenai dari mana korban mendapatkan tabung gas helium juga belum bisa diungkap polisi. Dalam rekaman CCTV di apartemen, Caroline tidak membawa tabung helium sejak keluar kamar hingga menuju basemen.

Kusumo mengungkapkan, jajarannya masih melacak dari mana Caroline mendapat tabung gas helium tersebut. ’’Masih kita upayakan telusuri,’’ ujarnya. Dia juga masih menunggu kabar lanjutan terkait hasil tes toksikologi. ’’Mohon ditunggu saja, semoga bisa lebih cepat selesai,’’ ucapnya. Hingga kemarin, polisi sudah memeriksa 11 saksi.

Doa Bersama untuk Caroline

Baca Juga: 8 Gunung Populer di Indonesia: Pilihan Tepat untuk Hiking, Surga Para Pencinta Alam dan Petualang

Sementara itu, para dosen dan mahasiswa FKH Unair menggelar doa bersama untuk Caroline secara online pukul 15.00 kemarin (7/11). Doa bersama itu dibuka langsung oleh Dekan FKH Unair Prof Dr drh Mirni Lamid MP. Tak sedikit peserta yang bergabung memberikan kesan terhadap Caroline.

Dikutip dari jawapos, menurut Patricia, rekan kerja Caroline di FKH Unair, didampingi oleh dosen patologi drh Hani Plumeriastuti MKes AP Vet kemarin. Patricia adalah orang terakhir yang berkomunikasi dengan Bernardette pada Sabtu (4/11) pagi.

Patricia mengatakan, Sabtu sekitar pukul 09.00, dia sempat berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Caroline. Saat itu Caroline aktif menanyakan persiapan untuk koas di Departemen Parasitologi pada Senin (6/11). Mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga diskusi pengumpulan sampel parasite.

Baca Juga: Komentar Anwar Usman Soal Putusan MKMK: Ada Skenario Jahat yang Jatuhkan Dirinya, Sebut Sosok Ini

"Sabtu pagi sekitar pukul 09.00, saya chat by WhatsApp ke Cece (Caroline) tentang kebutuhan bahan yang masih kurang", katanya. Dalam percakapan itu, Bernardette menjawab dengan cukup aktif. Bahkan, dia memberikan beberapa rekomendasi pembelian bahan di toko yang kemungkinan masih buka. Tidak ada kecurigaan sama sekali saat percakapan itu terjadi.

"Semua terlihat normal. Bahkan, dia cukup aktif menanyakan dan memberi info ketika teman-teman bertanya soal bahan yang kurang untuk kebutuhan koas di Departemen Parasitologi", ujarnya.***