POJOKSATU.ID- Teka teki meninggaknya Ajudan Kapolda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang yang tewas di kamar rumah dinas ajudan Polda Kaltara di Tanjung Selor, Bulungan, Jumat sekitar pukul 13.10 WITA diduga ada kejanggalan

Namun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat menyebutkan jika korban meninggal karena kelalaian saat membersihkan senjata api.

"Korban Brigpol Setyo Herlambang ditemukan dalam kamar dengan bersimbah darah dan disampingnya tergeletak senjata api jenis HS-9 dengan Nomor Senpi : HS178837 inventaris dinas,"  Kombes Pol Budi Rachmat melalui pesan singkatnya.

Baca Juga: Kapan Mantan Bupati Anne Bakal Dipanggil Kejaksaan? Menelisik Payung Hukum Anggaran BTT Covid19 SK Bupati

Dari hasil pemeriksaan awal tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kaltara menyatakan bahwa Brigpol Setyo Herlambang tidak ditemukan denyut nadi.

Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kaltara sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Malam ini, jenasah Brigpol Setyo Herlambang dibawa ke rumah sakit Tarakan untuk dilakukan visum luar dan otopsi akan dilakukan di rumah sakit di Semarang untuk mengetahui penyebab meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang," kata Budi.

Baca Juga: Kematian Brigpol Setyo Herlambang Mirip Kasus Ferdy Sambo, IPW Langsung Desak Propam Polri Lakukan Ini

Sementara itu, meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang hampir mirip dengan kasus meninggalnya Brigadir Yosua, ajudan yang ditembak oleh atasannya, Ferdy Sambo.

Atas kasus tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Propam Polri agar segera turun tangan menyelidiki secara tuntas dugaan kematian anggota pengawal pribadi Kapolda Kaltara, Brigpol Setyo Herlambang itu.

"Pemeriksaan Propam Polri perlu segera dilakukan untuk memberikan kejelasan sebab dan latar belakang kematian Brigpol Herlambang yang berasal dari kesatuan Brimob," Kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, Sabtu 23 September 2023.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS Kemenag Dibuka, Ini Info Detail dan Tata Cara Tahapan Pendaftarannya

Menurut Sugeng, pengungkapan kematian Brigpol Setyo Herlambang itu penting agar kasus tersebut tidak menjadi spekulasi liar di publik.

Apalagi sebelumnya pernah ada kasus yang serupa yaitu kematian Brigadir Yosua yang disebabkan ditembak oleh atasannya sendiri dan menjadi sejarah paling buruk di kepolisian.

"Pengungkapan kematian kasus ini penting untuk diungkap secara tranparan agar tidak menjadi spekulasi publik," ujarnya.

Baca Juga: Dorong Masyarakat Tanggap Bencana, Pertamina Regional JBB Fasilitasi Program Edukasi Mitigasi Kebakaran

Di sisi lain, kata dia, kematian anggota Brimob itu tidak boleh berhenti dalam dugaan karena latar belakang bunuh diri yang menjadi penyebab utamanya.

Karena itu, Polri perlu segera membentuk tim khusus untuk meneiliti sebab dan alasan aggota Polri melakukan tindakan bunuh diri agar fenomena bunuh diri pada anggota polisi tidak terjadi di kemudian hari.

"Polri untuk mengkaji dan melakukan penelitian terkait problem-problem psikologisnya," ujarnya. ***