POJOKSATU.ID - Teater Djarum kembali menyapa penonton dengan produksi ke-38 mereka, menandai perjalanan panjang yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga mengajak merenungkan realitas sehari-hari.

Dengan karya yang lahir dari pengalaman hidup, Teater Djarum menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton yakni sederhana, namun penuh makna.

Asa Jatmiko, sutradara yang telah lama menakhodai Teater Djarum, menegaskan bahwa seluruh naskah mereka adalah hasil kreasi internal.

Baca Juga: Kapten Penculik Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Ungkap Nama-nama Anggotanya yang Terlibat

“Kami tidak mengambil naskah dari luar. Semua yang ada di atas panggung adalah proses yang kami ciptakan sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Bagi Asa, teater bukan hanya soal aktor di panggung, melainkan juga kerja kolektif orang-orang di belakang layar diantaranya teknisi, tim artistik, hingga multimedia.

Seleksi anggota Teater Djarum pun tidak sembarangan. Calon anggota harus melewati wawancara dan tes tertulis, layaknya audisi masuk sekolah seni.

Proses ini memastikan setiap orang yang bergabung memiliki komitmen untuk berkontribusi, baik sebagai pemain maupun tenaga teknis.

Baca Juga: Kamu Kesulitan Belajar Matematika? Berikut Empat Rekomendasi Tempat Les Popular, Dijamin Lebih Mudah Paham!

Tahun ini, Teater Djarum mengangkat tema "Kepercayaan". Menurut Asa, isu ini begitu relevan dengan kehidupan banyak orang.

“Kadang kita sulit percaya kepada orang lain, meski sudah sangat dekat. Tapi, sebelum mempercayai orang lain, kita harus lebih dulu percaya pada diri sendiri,” jelasnya.

Selain produksi rutin, Teater Djarum juga konsisten menggelar festival teater pelajar sebagai ruang kreasi generasi muda. Ajang ini menjadi sarana mengenalkan seni teater sekaligus wadah untuk mengasah bakat.

Baca Juga: Mengenal Tanda Jabatan dalam Gerakan Pramuka, Simbol Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Anggota

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang,” tutur Asa.

Sejak 2003, Teater Djarum telah mengunjungi berbagai kota, termasuk Solo dan Kudus tahun ini. Meski sudah berusia 38 tahun, semangat berkarya mereka tak pernah padam.

Teater Djarum terus membuktikan bahwa seni panggung masih relevan, berdaya, dan mampu memberi warna bagi masyarakat.

Baca Juga: PERSIAPKAN DIRIMU! Seleksi Satpol PP 2025 Segera Dibuka, Ini Syarat Umum yang Harus Dipenuhi

Lewat setiap pertunjukan, Teater Djarum mengajak penonton melihat kehidupan sehari-hari dengan lebih jernih, sekaligus mendorong lahirnya perubahan ke arah yang lebih baik.***