POJOKSATU.ID - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu gelombang kemarahan publik.
Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria tuna wicara yang tengah melakukan siaran langsung (live streaming), namun diduga menjadi sasaran ejekan oleh seorang oknum guru yang tampak masih mengenakan seragam dinas.
Dalam potongan video yang viral itu, terdengar suara pria yang diduga guru menirukan cara berbicara korban.
Baca Juga: Usai SK Terbit, Ini Daftar Hak, Gaji, dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu yang Wajib Diketahui
Aksi tersebut diiringi tawa seorang perempuan yang disebut-sebut berasal dari lingkungan keluarga pelaku.
Sikap tersebut sontak menuai kecaman karena dinilai merendahkan martabat penyandang disabilitas.
Video itu dengan cepat menyebar setelah dibagikan ulang oleh sejumlah akun media sosial. Tak butuh waktu lama, respons warganet pun bermunculan.
Baca Juga: PLN Klaim Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung
Mayoritas menyatakan kemarahan dan kekecewaan atas perilaku yang dianggap tidak berperikemanusiaan, terlebih jika benar dilakukan oleh seorang pendidik.
“Kalau benar itu guru, sangat memalukan. Harusnya memberi contoh empati, bukan malah mengejek,” tulis salah satu warganet di kolom komentar, tulis akun Instagram @Kabarjakarta24, Jumat 19 Desember 2025, seperti dikutip pojoksatu.id.
Warganet lainnya menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perundungan terhadap penyandang disabilitas.
Baca Juga: Nasib Honorer Gagal PPPK Belum Pasti, Gubernur Banten Janji Cari Solusi Terbaik, Simak Penjelasannya
Mereka menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak bisa ditoleransi, apalagi datang dari sosok yang seharusnya mendidik dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Penyandang disabilitas itu bukan bahan candaan. Ini jelas pelecehan dan melukai perasaan banyak orang,” komentar akun lainnya.
Selain mengecam, sejumlah warganet juga mempertanyakan identitas oknum guru yang terlibat dalam video tersebut.
Baca Juga: Sosok HM Kunang Ayah Bupati Bekasi yang Kena OTT KPK Ternyata Pak Kades dan Jawara Silat
Mereka mendesak pihak berwenang dan instansi pendidikan terkait untuk segera melakukan penelusuran dan memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya sensitivitas sosial, khususnya terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Sikap merendahkan, baik secara verbal maupun nonverbal, dinilai sebagai pelanggaran etika serius dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Megawati Singgung Sumbangan Bencana, Kader PDIP Diancam Dipecat Jika Ada yang Korupsi Dana
Pengamat pendidikan pun kerap menekankan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat.
Perilaku seorang pendidik, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, dinilai mencerminkan nilai yang diajarkan kepada peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang diduga terlibat dalam video viral tersebut.
Baca Juga: Prof. Zudan Ingatkan ASN Halmahera Selatan, Bangun Integritas, Jangan Ambil yang Bukan Hak!
Publik pun menantikan sikap tegas dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama bahwa empati, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya penyandang disabilitas, harus dijunjung tinggi oleh siapa pun tanpa terkecuali.***




