POJOKSATU.id, BANDUNG—Latar belakang keluarga Taufik Hidayat (30) tersangka kekerasan kepada Yuvita Tri Rezeki (29) ternyata berasal dari keluarga berantakan.
Ibunya meninggal akibat depresi berat karena kelakuan anak-anaknya. Taufik juga merupakan residivis, pernah dipenjara 1 tahun 6 bulan karena kasus penggelapan dan penganiayaan.
Fakta ini terungkap ketika Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengundang Tata ayah dari Taufik ke podcastnya.
Seperti dilihat Kamis (25/6), pengakuan mengejutkan disampaikan Tata, dia menyebut Istrinya meninggal gara-gara depresi berat memikirkan empat anaknya, salah satunya Taufik Hidayat.
Di kanal YouTube Dedi Mulyadi saat jadi narasumber, Tata mengatakan, dari empat orang anaknya, Taufik lah yang paling disayang sedari kecil karena dianggap berwajah paling ganteng.
Baca Juga: Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap di Rumah Kerabat di Griya Pesona, Dadang Bakal Diperiksa
“Ibunya dari anak-anak bapak itu meninggal karena depresi. Stres. Kemudian sakit. Stresnya sudah sampai gejala menuju ke arah depresi,” kata Dedi Mulyadi memperjelas ke ayah Taufik yang berbicara dalam bahasa Sunda.
Lalu Tata pun mengiyakan ucapan Dedi ini. Dikatakan Tata dan Kepala Desa Kusnaedi yang ikut hadir di podcast itu, ibu Taufik ini diam saja di dalam rumah.
Namun jika ada kesempatan dia akan keluar dari rumah lalu berjalan sendirian dan tidak tahu jalan pulang.
“Saking stresnya melihat anak-anak itu. Ya. Terima kasih,” jelas Dedi lagi mengakhiri podcast itu.
Dari empat anak Tata, yang perempuan meninggal waktu kecil, lalu anak kedua saat ini menetap di Garut.
Sementara anak ketiga Taufik tersangkut kasus pidana. Sementara anak keempat yaitu laki-laki meninggal karena over dosis (OD) obat-obatan, suka mabuk-mabukan dan membuat onar.
Baca Juga: Taufik Hidayat Suka Bohong, Yuvita Tri Disebut Buta pada Atasan, Padahal Sengaja Ditonjok di Rumah
Taufik berasal dari keluarga menengah ke bawah di desanya. Pekerjaan orangtuanya hanya petani. Menurut Kades Kusnaedi, rumah mereka pun dibantu dibangun oleh pihak desa.
Dipenjara Kasus Penggelapan
Tata mengaku bertemu dengan anaknya sekitar 6 bulan lalu dan sampai saat ini belum pernah bertemu, sampai dengan ditangkap polisi.
“Tidak tahu kerjanya (dimana). Kerja (pastinya),” ujarnya.
Tata juga mengatakan bahwa sejak cerai dengan istrinya, pada 2015 lalu, belum pernah cerita kalau memiliki kekasih baru.
Ia mengaku pernah dipukul menggunakan kayu oleh anak ketiganya tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang berada di sawah untuk mencangkul.
“Saya pernah dipukul kepala, pakai kayu, lagi mencangkil di sawah,” kata Tata dengan logat bahasa Sunda.
Penyebabnya karena mau makan tidak ada lauk ikan, sehingga Taudik Hidayat emosi.
“Mau makan, tidak ada ikannya. datang ke sawah, langsung memukul pakai kayu,” jelasnya.
Kemudian dirinya ditolong. rekannya sesama petani lain, yang membantu menghalangi.
Setelah memukul dirinya, pelaku kabur dan menghilang selama satu pekan. Satu minggu kemudian, pulang dan menangis minta maaf.
Sementara Kepala Desa Ciaro, Nagreg, Kabupaten Bandung, H Kusnaedi, menyebutkan Taufik pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan sepeda motor.
“Pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan sepeda motor,” kata Kusnaedi.
“(sepeda motor) orang Garut, pernah ditahan di Polsek Rancaekek. Pernah dipenjara 1 tahun 6 bulan, saya yang ngurus,” lanjut Kusnaedi.***




