POJOKSATU.id - Ziarah kubur menjadi amalan yang biasa dikerjakan umat Muslim Indonesia menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga termasuk sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW berziarah ke makam pahlawan Uhud dan makam ahli Baqi', beliau memberi salam dan mendoakan mereka:

"Assalāmu ‘alaikum ahlad diyāri minal mu’minīna wal muslimīn, wa innā insyā Allāhu bikum lāhiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul ‘āfiyah."

Artinya: Semoga kesejahteraan bagimu wahai ahli kubur dari orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian. (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Resmi Dibuka! Rekrutmen PATT BPJS Kesehatan 2026 untuk Kantor Pusat dan Cabang Se-Indonesia

Ziarah kubur menjadi momentum untuk mendoakan orang yang telah wafat sekaligus mengingatkan diri tentang kehidupan akhirat.

Hari yang Bagus untuk Ziarah Kubur
Pada dasarnya, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja. Namun, terdapat keterangan mengenai keutamaan ziarah yang dilakukan pada hari Jumat.

Menjelang Ramadan, banyak umat Islam memanfaatkan waktu ini untuk membersihkan hati, memperbanyak doa, dan memohon ampunan bagi keluarga yang telah meninggal dunia.

Tata Cara Ziarah Kubur
Agar lebih sempurna, ziarah kubur hendaknya dilakukan sesuai adab yang diajarkan.

1. Mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman

"Assalāmu ‘alā ahlid diyār, minal mu’minīna wal muslimīn, antum lanā farathun, wa nahnu insyā Allāhu bikum lāhiqūn."

Artinya: Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin. Engkau telah mendahului kami dan insya Allah kami akan menyusulmu.

Baca Juga: 6 Tragedi Laut Paling Mengguncang Indonesia! Dari Sinar Bangun hingga KM Selebes Terbalik

2. Membaca surah-surah berikut:

Surah Al-Qadar (7 kali)

Surah Al-Fatihah (3 kali)

Surah Al-Falaq (3 kali)

Surah An-Nas (3 kali)

Surah Al-Ikhlas (3 kali)

Ayat Kursi (3 kali)

3. Membaca doa ziarah kubur

"Allāhumma innī as-aluka bihaqqi Muhammadin wa āli Muhammad an lā tu‘adzdziba hādzal mayyit."

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad agar Engkau tidak menyiksa penghuni kubur ini.

Baca Juga: VIRAL Kapal KM Selebes Terbalik di Teluk Bone! Penumpang Sampai Terombang-ambing!

4. Meletakkan tangan di atas kubur sambil berdoa

"Allāhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa āmin raw‘atahu, wa askin ilaihi min rahmatika mā yastaghnī bihā ‘an rahmatin min siwāka, wa alhiqhu biman kāna yatawallāh."

Artinya: Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan ketakutannya, dan lapangkan dengan rahmat-Mu.

5. Melepas alas kaki

Dalam beberapa riwayat disebutkan Rasulullah SAW menegur seseorang yang berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal. Hal ini tetap menyesuaikan kondisi tempat dan situasi.

6. Menghadap kiblat

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW duduk menghadap kiblat ketika berziarah kubur.

Doa Ziarah Kubur Sebelum Ramadan
"Alhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn, hamdan yuwāfī ni‘amahu wa yukāfi’u mazīdah…"

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam…

Baca Juga: Demi Prioritaskan Honorer, Rekrutmen CPNS dan PPPK 2026 di Berau Terancam Batal!Ini Faktanya

Doa ini berisi pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, permohonan ampunan untuk ahli kubur, perlindungan dari siksa kubur dan neraka, serta doa kebaikan dunia dan akhirat.

Doa untuk Orang Tua yang Telah Wafat
"Rabbighfir lī wa li wālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā."

Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil.

Doa Penutup Ziarah Kubur
"Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban-nār."

Artinya: Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.

Ziarah kubur sejatinya bukan sekadar ritual tahunan menjelang puasa. Ia adalah latihan hati agar lebih lembut, lebih sadar akan kefanaan dunia, dan lebih siap menyambut Ramadan dengan jiwa yang bersih. ***