POJOKSATU.id - Tasrif Kartawijaya adalah aktivis lingkungan yang berkomitmen dalam melindungi kekayaan maritim Indonesia, ia telah membantu mengatasi berbagai hal yang mengancam perikanan di laut Indonesia.
Tasrif adalah salah satu alumni IPB University yang mendedikasikan diri untuk Indonesia, khususnya di bidang perlindungan dan pengelolaan perikanan Indonesia. Baginya, kekayaan maritim Indonesia, khususnya perikanan perlu dilindungi dan dikelola sebaik mungkin.
Tasrif memulai pendidikan S1-nya pada tahun 1998, saat itu dirinya belajar di program studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB.
Ia juga memilih melanjutkan program magister di IPB, program studi Sistem dan Pemodelan Perikanan. Tasrif menyelesaikan studi S2-nya dengan baik, dari tahun 2010 sampai 2012, hingga akhirnya berhasil meraih gelar Magister Perikanan.
Tasrif memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam memelopori upaya pembangunan dan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan perlindungan laut, serta pengembangan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia.
Salah satu kontribusi besarnya untuk negara terlihat dari perannya dalam melindungi kekayaan maritim dengan membangun dan meningkatkan kawasan perlindungan laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2012 lalu.
Dalam kegiatan itu, Tasrif juga membantu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam upaya memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan.
Kontribusinya untuk Indonesia itu ia lakukan saat bertugas sebagai Koordinator WCS (Widlife Conservation Society) untuk wilayah Nusa Tenggara Barat.
Sampai saat ini dirinya terhitung sudah 20 tahun menjadi aktivis lingkungan bersama WCS dengan berbagai posisi, tugas dan jabatan yang dipegangnya dari waktu ke waktu.
Awal mula Tasrif bergabung dengan WCS yaitu pada tahun 2004, ia berperan sebagai Ahli Ekologi Ikan Karang, saat itu dirinya bertugas di WCS Bogor.
Tasrif telah aktif dalam berbagai kegiatan konservasi alam bersama WCS di banyak wilayah di Indonesia, pengalamannya dalam kegiatan perlindungan kekayaan maritim, pengelolaan perikanan berkelanjutan tentu tidak diragukan lagi.
Keahlian, pengalaman dan dedikasi tinggi membuatnya dipercaya menjadi Senior Project Manager WCS sejak tahun 2022. Tugas dan jabatan itu masih menjadi tanggung jawabnya hingga saat ini.
Tasrif dikenal sebagai sosok yang pandai berkomunikasi dan bersosial, hal itu juga terlihat dari cara kerjanya yang mengedepankan kolaborasi, ia selalu melibatkan Stakeholder, komunitas sosial hingga masyarakat umum di wilayah tempatnya bertugas.
Upaya perlindungan kekayaan maritim, serta pengelolaan perikanan dan kelautan baginya dapat berjalan dengan baik apabila dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif, dimana setiap elemen terkait harus dilibatkan.
Nusa Tenggara Barat menjadi saksi dari sebuah dedikasi pengabdian yang Tasrif lakukan saat dirinya bertugas di sana.
Atas kerja kerasnya saat itu, ia berhasil mengatasi ancaman besar terhadap sumber daya alam laut seperti praktik penangkapan ikan yang merusak.
Dengan model kerja kolaboratif bersama pemerintah setempat dan masyarakat, ia berhasil memulihkan kembali daerah-daerah di Indonesia yang mengalami penurunan jumlah populasi ikan.
Komitmennya dalam melindungi kekayaan maritim Indonesia dengan memerangi ancaman-ancaman sumber daya laut sangat kuat, ia bahkan masih aktif dalam kegiatan mulia itu sampai saat ini.
Bukan hanya melindungi kekayaan maritim Indonesia, ia juga sedang berjuang dalam upaya mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia, perjuangan itu masih ia lakukan sampai sekarang.
20 tahun seperti masih kurang baginya untuk sebuah pengabdian. Baginya, pengabdian adalah dedikasi yang berkelanjutan.
Tasrif menyampaikan pesan tentang semangat menjaga dan membangun Indonesia, khususnya di sektor kemaritiman.
Kegigihannya seolah menyampaikan pesan bahwa kekayaan alam Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Dari waktu ke waktu, tempat ke tempat, saat ini Tasrif masih terus bergerak dalam perjuangan dan pengabdiannya.***




