POJOKSATU.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kabar positif terkait kinerja sektor minyak dan gas bumi nasional.

Pemerintah mencatat realisasi produksi minyak siap jual atau lifting minyak sepanjang tahun 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, lifting minyak dan gas bumi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 605.300 barel per hari (bph).

Baca Juga: Heboh Bahlil Tegaskan Ormas Tetap Bisa Kelola Tambang Meski Digugat ke MK!

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding target lifting yang dipatok pemerintah, yakni sebesar 605.000 bph.

Capaian ini dinilai menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi nasional, terutama di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi sektor energi, mulai dari fluktuasi harga minyak dunia hingga dinamika geopolitik internasional.

Menteri Bahlil menyebut, keberhasilan melampaui target lifting tidak terlepas dari upaya optimalisasi produksi migas yang terus dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Wajib Disiapkan! 8 Dokumen Penting untuk Daftar PPPK KemenHAM 2026

Menurutnya, sektor migas tetap menjadi tulang punggung penting dalam menjaga pasokan energi nasional.

“Capaian lifting ini menunjukkan bahwa kinerja sektor migas nasional masih terjaga dengan baik. Ini hasil kerja keras semua pihak,” ujar Bahlil, dikutip pojoksatu.id dari tvonenews. (8/1/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi migas melalui berbagai strategi, mulai dari optimalisasi lapangan migas eksisting hingga percepatan pengembangan lapangan baru.

Baca Juga: Ammar Zoni Datang ke Sidang Sambil Bawa Tasbih, Siap Ungkap Apa yang Dialaminya hingga Dipindah ke Nusakambangan

Selain itu, perbaikan regulasi dan kepastian investasi juga menjadi fokus utama agar sektor hulu migas tetap menarik bagi investor.

Menurut Bahlil, capaian lifting yang melampaui target bukan hanya soal angka, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efektif.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Masih Dibuka! Pendaftaran Universitas Terbuka 2026 dan Rincian Biaya Kuliahnya

Di sisi lain, capaian ini juga menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Dengan lifting minyak yang terjaga, ketergantungan terhadap impor diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

Pemerintah menilai, hasil ini menjadi bukti bahwa berbagai kebijakan di sektor energi mulai menunjukkan dampak positif.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Gaji PPPK Paruh Waktu di Bawah Rp1 Juta Dinaikkan Wali Kota Gorontalo

Optimalisasi teknologi, peningkatan efisiensi produksi, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga performa sektor migas.

Meski demikian, Bahlil mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar.

Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar kinerja sektor migas dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan target jangka panjang ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di Disdik Paling Rendah, Ini Perbandingannya dengan OPD Lain

Selain fokus pada migas, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari transisi energi.

Namun, dalam masa transisi tersebut, sektor migas dinilai masih memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan energi nasional.

Dengan capaian lifting yang melampaui target pada 2025, pemerintah optimistis sektor energi nasional berada di jalur yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.***