POJOKSATU.id, BANDUNG - Pelaksanaan shalat tarawih di hari pertama puasa, Rabu malam kemarin di masjid al jabbar, dilaksanakan dengan khusyuk dan tenang.
Pembukaan Masjid Al Jabbar selalu dipadati masyarakat pasca ditutup dua pekan menjelang puasa, Rabu kemarin masjid yang menjadi icon Jabar ini kembali dibuka.
Sejumlah umat muslim dari berbagai wilayah mengikuti salat tarawih hari pertama di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung setelah masjid itu kembali dibuka untuk umum, pada Rabu (22/3/2023).
Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Raya Al Jabbar Dedi Supandi mengatakan, pihaknya sebelumnya memang telah menyiapkan imam serta penceramah untuk tarawih.
"Saya kira tidak membludak, tapi tahap pertama silakan masyarakat kalau mau tarawih," kata Dedi saat dihubungi, Kamis (23/3/2023).
Wali Kota Bandung Ajak Warga Bandung Lapor SPT Tepat Waktu dan Tepat Nilai
Mantan Kadisdik Jabar ini mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan petugas untuk mengatur warga yang ingin mengikuti salat tarawih, termasuk menyiapkan pengamanan.
"Kita dibantu TNI untuk pengamanan, termasuk menyiapkan penitipan sandal untuk warga" jelasnya.
Pada salat tarawih pertama itu, Masjid Raya Al Jabbar tampak tak terlalu penuh.
Namun diperkirakan ada ratusan warga muslim yang mengikuti salat tarawih pertama di masjid milik Pemprov Jabar itu.
Ai Nurlela, salah seorang jemaah, warga Ciater, Kabupaten Subang mengaku sengaja berkunjung ke Masjid Raya Al Jabbar untuk mengikuti salat tarawih pertama.
Wali Kota Bandung Terima Baznas Award 2023, Dukung Pengelolaan Zakat
Dia pun telah berencana sejak jauh hari untuk berkunjung ke Masjid Al Jabbar. Ai mengaku berkunjung bersama keluarganya.
Dedi Supandi berharap, masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan ibadah saat bulan Ramadhan di masjid al Jabar ini, mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.
"Kami memberlakukan peraturan bagi jamaah yang akan beribadah di masjid al Jabbar, khususnya selama bulan suci Ramadan ini, " pungkasnya. (Arief/Pojoksatu)




