POJOKSATU.ID - Suasana duka menyelimuti RS Polri Kramat Jati pada Selasa (9/12). Dilansir dari Kumparan.com

Ketika seorang pria tampak berulang kali mengusap air matanya sambil berusaha mempertahankan suara yang terus bergetar.

Pria itu adalah suami dari seorang karyawati Terra Drone yang menjadi korban kebakaran gedung beberapa jam sebelumnya.

Sang istri, yang tengah mengandung dan menunggu hari kelahiran pada Januari 2026, menjadi salah satu korban yang tidak dapat menyelamatkan diri dari lantai 5.

Baca Juga: Program Pelatihan Vokasi di Cilacap Bekali Keterampilan Caregiver untuk Penempatan di Jepang!

Kronologi kejadian menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari lantai bawah dan dengan cepat memenuhi lantai 1 dengan asap pekat.

Kondisi itu membuat akses keluar tertutup, sementara api menjalar naik. Mereka yang berada di lantai atas, termasuk korban, terjebak tanpa jalur evakuasi aman.

Menurut penuturan pihak keluarga, korban berasal dari Lampung dan baru beberapa tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Penetapan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU Hebohkan Nahdliyin, Ternyata Rekam Jejaknya Tak Main-main

Ia dikenal sebagai pribadi tenang dan berdedikasi, bahkan tetap aktif bekerja meski usia kandungannya sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Rencana keluarga besar untuk menyambut kelahiran anak pertama pasangan itu seketika berubah menjadi kabar duka yang tak pernah dibayangkan.

Sang suami, yang datang ke RS Polri untuk proses identifikasi, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

Baca Juga: Data Terbaru Korban Bencana Sumatera Hari ke-15, 964 Orang Meninggal, 293 Masih Hilang

Beberapa saksi di lokasi mengatakan ia tampak limbung saat menerima kabar bahwa istrinya telah meninggal dalam insiden tersebut.

Baginya, peristiwa itu bukan hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga kehilangan anak yang selama ini mereka tunggu.

Kerabat yang hadir di rumah sakit mengatakan bahwa jenazah akan dibawa pulang ke kampung halaman di Lampung untuk dimakamkan di dekat keluarga besar.

Baca Juga: Data Terbaru Korban Bencana Sumatera Hari ke-15, 964 Orang Meninggal, 293 Masih Hilang

Mereka berharap proses pemulangan dapat segera dilakukan agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

Tim forensik dan kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi, termasuk dari sejumlah pegawai yang berhasil menyelamatkan diri.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur gedung dan sistem keamanan juga menjadi bagian penyelidikan, mengingat gedung tersebut dihuni banyak pekerja pada jam operasional.

Baca Juga: Di Tengah Derita Banjir Rakyat Aceh, Mualem Ungkap Ada Bupati Lari ke Medan Cari Hiburan Karaokean

Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan gedung, terutama bagi bangunan yang menampung banyak karyawan di lantai tinggi.

Minimnya akses evakuasi, kelalaian sistem deteksi dini, hingga jalur keluar yang tidak memadai dapat berujung pada peristiwa fatal.

Keluarga korban hanya berharap tidak ada lagi nyawa yang melayang dalam insiden serupa.

Baca Juga: Hirup Asap Pekat Diduga Penyebab 22 Karyawan Terra Drone Meninggal di Lokasi Kebakaran Cempaka Putih

“Dia hanya ingin bekerja dan pulang dengan selamat,” ujar seorang kerabat.

Namun takdir berkata lain korban kini pergi bersama janin yang sedang ia kandung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja.***