POJOKSATU.id, Jakarta – Grup Artha Graha akhirnya angkat bicara soal isu rencana pembangunan bisnis pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo yang sempat dikaitkan dengan nama Tomy Winata.

Melalui pernyataan resmi, perusahaan memastikan saat ini tidak ada rencana pembangunan di Pulau Padar.

Desain bangunan yang sempat beredar, ditegaskan Artha Graha, merupakan rancangan lama dari pengelola sebelumnya.

Kini, rancangan itu sedang dikaji ulang dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem dan aspirasi masyarakat adat di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

Lebih jauh, Grup Artha Graha menepis isu keterlibatan dengan pihak politik melalui PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE).

“Sejak awal, Grup Artha Graha senantiasa menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesionalisme, serta menghindari praktik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan, khususnya yang melibatkan unsur politik,” tegas manajemen dalam pernyataannya.

Adapun aktivitas Artha Graha di kawasan ini dilakukan melalui PT Palma Hijau Cemerlang, yang berfokus pada konservasi dan penguatan fungsi kawasan, bukan pariwisata masif.

Perusahaan menegaskan kerja samanya dengan Balai Taman Nasional Komodo bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Komitmen kami di kawasan ini bertumpu pada upaya konservasi yang diwujudkan melalui pemulihan habitat, pengelolaan sampah dan limbah khususnya di pesisir dan laut, edukasi lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan, pengawasan serta perlindungan kawasan, serta pelibatan masyarakat lokal untuk turut serta menjaga kelestarian Pulau Padar dan sekitarnya,” terang Komisaris Utama PT KWE Erick Hartanto.

Terkait perizinan, perusahaan menegaskan semua proses dilakukan transparan sesuai hukum, tanpa intervensi pihak mana pun.

Erick menambahkan, kritik dari publik maupun masyarakat adat tetap dilihat sebagai masukan penting.

“Prinsip utama kami adalah bahwa keberlanjutan lebih penting daripada ekspansi. Karena itu, kegiatan nyata kami di lapangan lebih difokuskan pada aksi konservasi, seperti pembersihan pantai, pengurangan sampah plastik, hingga penanaman pohon bersama masyarakat,” ujarnya.

Artha Graha pun menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan konservasi hanya bisa dicapai melalui kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, agar manfaatnya dapat dirasakan lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan Taman Nasional Komodo sebagai warisan dunia.